Banyak Jembatan di Serawai Mendesak Dibangun

13

Pewarta : Tantra Nur Andi

Sintang, Kalbar – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang Rudy Andryas mengatakan, banyaknya sungai kecil di Kecamatan Serawai menyebabkan daerah ini membutuhkan banyak jembatan.

Dikatakan dia, saat ini masyarakat Serawai sangat membutuhkan pembangunan Jembatan Sungai Lebane, Sungai Nalai dan Sungai Melape.

Ia mengatakan, jembatan tersebut memang sudah dibangun. Tapi kontsruksinya menggunakan kayu dan tidak mampu bertahan lama. Sehingga mesti kita ganti, sama seperti jembatan Nyange supaya kuat. Mengingat bentangan sungai juga juga cukup lebar. “Semoga pembangunan jembatan itu cepat direalisasikan,” harapnya.

Ia sangat menyambut baik adanya pembangunan jembatan Nyange di Desa Begori Kecamatan Serawai oleh pemerintah daerah.

Keberadaan jembatan Nyange sangat penting karena merupakan penghubung utama jalur darat dari Kecamatan Serawai ke Kecamatan Ambalau. Jembatan Nyage ini sangat perlu. Karena menghubungkankan jalan dari Kecamatan Serawai-Ambalau.

“Pembangunan Jembatan ini merupakan harapan masyarakat Serawai Ambalau selama ini. Sebab, transportasi terkendala jika terjadi banjir. Selain itu susah dilewati.

“Makanya, kita sangat berterima kasih kepada pemerintah Kabupaten Sintang yang terus serius untuk membangun daerah pedalaman. Termasuk di Kecamatan Serawai-Ambalau,” katanya.

Saat ini beberapa jembatan sudah dibangun oleh pemerintah. Diantaranya jembatan Sungai Melaku, Sungai Mentibar, Sungai Demu, Sungai Tempe, Sungai Dahange yang sudah jadi beberapa tahun lalu.

Di tahun ini, ada dua jembatan yang sedang dibangun. Yakni jembatan Sungai Nyange dan Ruwe.

Dengan seriusnya pemerintah yang dipimpin Bupati Sintang membangun hingga pedalaman, ia menilai Jarot Winarno layak dipilih lagi untuk periode kedua.

“Kita harus menangkan lagi di Pilkada 2020 khusus untuk Pak Jarot. Sebab, belum ada kita lihat yang bisa gantikan beliau,” katanya.

Rudy Andryas, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang

Komentar