Bupati Mempawah Ajak Masyarakat Cegah Karhutla

99

Mempawah, Kalbar – Bupati Mempawah, Erlina menghadiri Safari Fajar, Jumat, (4/3) bertempat di Masjid At-Taqwa, Kelurahan Tengah.

kegiatan tersebut juga di hadiri Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi,Sekda Ismail, Assisten,Kepala OPD  serta Jama’ah dan Tausyiah di Sampaikan oleh Ustad Solihin.

Bupati Mempawah, Erlina menyampaikan, ajakan kepada masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT.

Ia mengatakan, bahwa ibadah memilki bentuk yang beragam asalkan memiliki manfaat yang positif bagi diri sendiri terlebih jika manfaat itu dapat dirasakan oleh orang banyak.

“Untuk situasi seperti sekarang membantu pemerintah dalam menanggulangi karhutla juga termasuk dalam ibadah,” ujarnya.

Menurutnya, mendukung pencegahan dan penanggulangan karhutla mempunyai setidaknya dua nilai ibadah. “Pertama, Allah SWT telah menciptakan hutan sebagai anugerah yang telah memberikan banyak manfaat kepada kita umat manusia, kita wajib menyukuri serta menjaganya,”  jelas Erlina.

Selanjutnya,  kedua yakni turut mencegah dampak negatif dari kebakaran yaitu kabut asap yang dapat merugikan kesehatan umat.

“Saya prihatin, dari laporan yang masuk paparan asap sudah mengakibatkan sesak napas bagi sebagian warga terutama balita, karena anak yang masih bayi itu saluran pernafasannya masih cukup kecil dan rentan sekali,” ucapnya.

Ia juga menuturkan bahwa kebakaran di beberapa titik sudah mulai menjalar ke sekitar pemukiman. Salah satunya di Dusun Tekam Desa Sejegi yang nyaris membakar Gedung Pesantren Ma’arif Bahrul Ulum.

“Kita minta kepada masyarakat untuk bekerjasama dalam hal ini. Apabila menemukan titik api segera lapor kepada petugas terdekat, TNI-POLRI, BPBD atau pihak pemerintah desa,” ungkapnya.

Ia  juga meminta dukungan kepada masyarakat agar turut membantu pemerintah dalam mengedukasi para petani di lahan gambut untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

“Sampah organik hasil membersihkan lahan sebetulnya bisa digunakan kembali sebagai kayu bakar atau kompos yang memiliki nilai ekonomi tambah, hal ini harus dipahami oleh para pemilik lahan,” tutupnya.