Sistem Tabela Hasilkan Padi Melimpah

112
Bupati Sintang, Jarot Winarno panen padi sistem Tabela di Desa Kajang Baru.

Sintang (Kalbar Post) – Kelompok Tani Harapan Jaya Desa Kajang Baru, Kecamatan Sungai Tebelian Kabupaten Sintang, sukses menerapkan sistem Tabela dalam menggarap sawahnya. Kelompok Tani Harapan Jaya Desa Kajang Baru ini, berhasil memanen 5,3 ton gabah untuk perhektar sawah. Panen tersebut dihadiri Bupati Sintang, Jarot Winarno, Kamis (25/6).

Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan, daerah ini masih kurang stok beras dan daging. Pemenuhan ketersediaan beras di Sintang menghadapi beberapa persoalan, diantaranya luas lahan sawah yang kurang. Sintang hanya memiliki 7.700 hektar sawah yang tidak semuanya produktif. “Sintang perlu 27 ribu hektar untuk bisa memenuhi kebutuhan 400 ribu jiwa penduduknya. Kita masih kekurangan 20 ribuan hektar sawah. Maka sawah tidak boleh dialih fungsikan,” ungkap Jarot.

Masalah lain, kata Jarot, kurangnya produktivitas. Ia menginginkan, dalam satu hektar bisa menghasilkan 6 ton. Petani juga jarang panen, seharusnya dua sampai tiga kali panen dalam setahun. “Tidak banyak orang muda di sektor pertanian, kebanyakan orangtua yang mau menjadi petani. Petani milenial hanya ada di Temawang Muntai Sepauk. Petaninya dari kaum muda. Anak muda saya tantang untuk terjun menjadi petani,” ajak Jarot.

Ia meminta, luasan sawah terus ditambah. Soal irigasi silakan dikomunikasikan dengan anggota DPRD Sintang dan pihaknya. “Saya akan keluarkan peraturan bupati tentang lahan penyangga ketahanan pangan, yang artinya tidak boleh lagi ada pengalihfungsian lahan pertanian dan perkebunan untuk perumahan dan sebagainya,” kata Jarot.

Lasino, Penyuluh Pertanian yang melakukan pembinaan di Desa Kajang Baru menjelaskan, alat “PesPa Tabel” yang berarti pelek sepeda dan paralon tanam benih langsung sangatlah murah. “Kami membeli alat ini hanya satu, kelompok tani yang mau memakai silakan meminjam atau bisa ditiru dan diperbanyak. Benih padi yang akan ditanam kami rendam dengan air garam selama satu malam dua hari,” katanya.

Ia mengatakan, pengunaan alat tanam PesPa Tabel dengan cara ditarik sehingga satu hektar bisa 25 sampai 30 kg bibit saja. Satu hektar, bisa dikerjakan satu orang, biaya juga murah. Selisih biaya antara yang menggunakan tabela dan bukan tabela sekitar RP4 juta perhektar. Sistem tabela ini membuat polulasi tanam lebih luas, umur panen lebih cepat. Sistim tanam sudah diterapkan di Kecamatan Sepauk, Dedai, Kayan Hilir dan Kelam Permai.  “Menurut saya, ada tiga keuntungan dengan mengunakan alat PesPa Tabel ini, yakni biaya lebih ringan, panen lebih cepat dan panen lebih banyak,” terang Lasino. (TL/KP)

Komentar