26 April, Bandara Tebelian Operasional

23

Sintang, Kalbar – Operasioal Bandara Tebelian Sintang akan mulai operasional pada 26 April nanti. Pemkab Sintang telah menggelar persiapan operasional Bandara Tebelian ini. Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan, sebelum dimulai operasional pemindahan penerbangan ke Bandara Tebelian, akan dilaksanakan prosesi di Tugu Monumen Makam Pahlawan Sungai Tebelian, yang dilakuakn dengan ritual adat. Kemudian dilanjutkan rapat  On The Spot di Bandara Tebelian. “Pada 26 April 2018, kita akan ramai-ramai membuka operasional Bandara Tebelian. Kemudian pada 1 Mei, berdasarkan informasi, Menteri Perhubungan RI bersama Komisi V DPR-RI akan hadir dan mencoba landing ke Bandara Tebelian. Sekaligus meninjau secara langsung bandara tersebut,” katanya.

Kapala Bandara Susilo Sintang, Ketut Gunarsa menyatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan beberapa persiapan, termasuk kebersihan dan segala persiapan sarana dan prasarananya. “Peralatan Navigasi juga sudah dipindahkan, termasuk peralatan Meteorologi sudah dipersipakan mulai 30 Maret. Untuk peralatan Recorder, semuanya juga sudah disetting,” kataya.  Ketut Gunarsa  menjelaskan, landasan pacu Bandara tebelian yang sudah dirampungkan saat ini, sepanjang 1.660 meter dengan lebar 30 meter. Lebih panjang dibandingkan Bandara Susilo, yang landasan pacunya sepanjang 1.300 meter dan lebar 30 meter. Bandara Tebelian bisa melayani operasional pesawat sekelas ATR 72, dengan lebih maksimal, baik untuk penumpang maupun kargo.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Yosepha Hasnah di Sintang, Jumat menuturkan, masyarakat Kabupaten Sintang khususnya sangat berharap bandara tersebut segera dapat digunakan dan diresmikan.
“Soal lahan sudah aman semua. Kalau waktu operasional dan peresmian sudah diketahui. Maka kami bisa melakukan sosialisasi dengan masyarakat, pemerintahan desa dan kecamatan. Yang pasti kalau Bandara Tebelian sudah difungsikan, maka masyarakat Sintang, Melawi, Sekadau dan beberapa kecamatan di Kapuas Hulu yang dekat dengan Sintang akan lebih mudah dalam bepergian,” kata dia.

Ia mengakui, sejak pembebasan lahan beberapa tahun lalu, pihaknya menerima aspirasi masyarakat agar mereka bisa bekerja di bandara. “Tetapi kami juga paham mereka harus memiliki kemampuan profesional. Mohon kami dibantu mendidik dan melatih masyarakat supaya kemampuan mereka sesuai standar yang ada dan bisa bekerja di Bandara Tebelian nanti,” kata Yosepha.
Kepala Dinas Perhubungan Hatta mengharapkan Bandara Tebelian untuk segera difungsikan karena diyakini akan mampu mempermudah akses dari dan ke Sintang. “Selain itu, peluang kerja akan terbuka, sangat banyak manfaat dari digunakannya Bandara Tebelian,” ujar dia.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sintang Henri Harahap meyakini bahwa dengan beroperasinya Bandara Tebelian, maka perekonomian dan pembangunan akan terdorong dengan sendirinya.

“Soal keamanan juga akan semakin tangguh terkait pengamanan udara kawasan perbatasan. Saat Bandara Supadio Pontianak mengalami hambatan seperti kabut asap, maka ada bandara singgah alternatif terdekat untuk mendarat. Tidak harus ke Palembang. Artinya kami sangat mengharapkan Bandara Tebelian segera digunakan. Bandara Susilo sudah berada di tengah kota yang suara pesawat sudah mengganggu kenyamanan warga di sekitar bandara. Jadi memang Bandara Tebelian harus segera beroperasi,” katanya menegaskan.

Kepala Bappeda Kabupaten Sintang Kartiyus menjelaskan bahwa masyarakat sudah lama menantikandigunakannya Bandara Tebelian. “Tetapi kita harus bersabar menunggu keputusan pemerintah pusat. Saya yakin kalau sebuah kota ada bandara yang memadai maka kota tersebut akan maju perkembangannya,” ujar dia.

Kadis Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Sintang Hendrika menyampaikan bahwa dengan berfungsinya Bandara Tebelian nanti maka diyakini akan mendongkrak kunjungan wisata di Kabupaten Sintang.

“Kalau Bandara Tebelian sudah beroperasi nanti kami yakini akan mampu mendongkrak kunjungan ke tempat wisata di Sintang, Melawi, Sekadau dan Kapuas Hulu. Bulan Juli nanti kami akan melaksanakan Pekan Gawai Dayak yang direncakanan ada pemecahan rekor MURI menumbuk padi sebanyak 2.000 orang. Maka kami sangat berharap Bandara Tebelian bisa segera digunakan,” kata dia.

Sementara itu, I Gede Dharmika dari Tim Humas Ditjen Perhubungan Udara menjelaskan biasanya sebuah bandara akan dioperasikan dulu baru diresmikan. “Paling tidak tiga bulan setelah digunakan baru bisa diresmikan. Jadi kelemahan dan kekurangan bandara tersebut sudah kita ketahui sebelum diresmikan.Saya minta Pemkab Sintang memperhatikan masalah KKOP seperti rumah dikawasan bandara tidak boleh diatas dua tingkat,” kata I Ketut Gunarsa.

Selain itu, Pemkab Sintang harus mulai membangun fasilitas kesehatan didekat bandara untuk mengantisipasi keadaan darurat. “Misalkan ada kejadian di bandara maka maksimal 30 menit ambulan harus sudah sampai ke fasilitas kesehatan. Masyarakat jangan buru-buru minta kerja di bandara. Kerja di bandara itu memerlukan skill yang tinggi. Tetapi kami akan bantu dengan tim pendidikan dan pelatihan yang sudah bersandar. Soal kehadiran Presiden ke Sintang, tergantung Sekretariat Negara,” kata dia.

Komentar