Sintang, Kalbar – Ada beberapa desa yang masyarakatnya masih mempercayakan ke dukun untuk persalinan. Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Jelimpau, Ahmad Mudasir, ditemui media ini, Sabtu (26/11). Di wilayah kerja Puskesmas Jelimpau, masih banyak para ibu hamil yang akhirnya melakukan persalinan dengan dukun, dikarenakan masalah biaya. “Masih ada ibu hamil tidak berani melakukan persalinan dengan tenaga kesehatan, dengan alasan tidak ada biaya,” kata
Dikatakan dia, untuk kasus ibu meninggal saat persalinan karena melakukan persalinan ke dukun memang belum ada. Tapi, karena persalinan ke dukun kemudian akhirnya dirujuk ke rumah sakit ada. “Untungnya pasien selamat,” kata dia.
Masih kata dia, Puskesmas Jelimpau sudah mengumpulkan yang masuk ke dalam kategori dukun beranak tadi. Pihaknya sudah sosialisasi terkait dengan pelayanan untuk persalinan yang harus ditangani oleh bidan. “Kami juga sudah menyampaikan ke kepala desanya. Kepala desa kami minta untuk sosialisasi ke warganya agar tidak bersalin dengan dukun,” ujarnya.
Dikatakan dia, masih banyaknya masyarakat yang melakukan persalinan ke dukun karena memang masalah biaya. “Kalau hasil diskusi kami itu penyebabnya satu, yaitu yang paling besar adalah masalah biaya. Kalau dengan dukun biasanya hanya barter makanan atau gimanalah. Sementara persalinan dengan tenaga kesehatan, masyarakat takut biaya nya tinggi,” ungkapnya.
Masih kata dia, Puskesmas Jelimpau sudah mengumpulkan yang masuk ke dalam kategori dukun beranak tadi. Pihaknya sudah sosialisasi terkait dengan pelayanan untuk persalinan yang harus ditangani oleh bidan. “Kami juga sudah menyampaikan ke kepala desanya. Kepala desa kami minta untuk sosialisasi ke warganya agar tidak bersalin dengan dukun,” ujarnya.
Dikatakan dia, walaupun kerja sama dengan dukun saat bersalin, maka harus jelas tupoksinya dukun. Bukan sebagai penolong persalinan. “Kami ada penandatanganan kemitraan bidan dukun. Kemitraan bidan hukum memperjelas tupoksi dukun. Alhamdulillah kemarin para dukun beranak datang. Kadesnya juga mendukung,” bebernya.
Dikatakan dia, sebenarnya para ibu hamil rutin memeriksakan dirinya ke tenaga kesehatan. Tapi ketika dia melahirkan, yang dipanggil dukun untuk membantu proses melahirkan.
Masih kata Ahmad, secara aturan, saat ini tenaga kesehatan sudah tidak boleh menolong persalinan di desa. Persalinan harus dilakukan di Puskesmas. Tapi karena kondisi geografis di beberapa desa yang jauh dari puskesmas, dan jika tidak ada penyulit saat persalinan, maka persalinan bisa dibantu di rumah warga tersebut.
