Sintang, Kalbar – Kepala Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Nanga Lebang, David Hermaini mengatakan di Puskesmas Nanga Lebang masih kekurangan tenaga kesehatan. “Total SDM di Puskesmas Nanga Lebang, semua dengan cleaning service ada 30 orang. Hanya untuk yang masih kurang yaitu tenaga farmasi, dokter gigi, rekap medis kita masih kurang, analis kita juga kurang,” katanya, pada media ini, Sabtu (5/11).
Dikatakan dia, untuk dokter umum ada dua orang. Satu dokter PTT dan satu lagi dapat dari dokter nusantara sehat.
“Dokter gigi belum ada. Ini yang masih kurang. Untuk bidan masih kurang juga. Kami butuh tambahan 5 orang bidan karena kami rawat inap. Begitu juga dengan perawat, masih kurang 5 tenaga perawat,” katanya.
Tapi, lanjut dia dengan adanya pembukaan P3K, akan ada penambahan bidan dan perawat untuk Puskesmas Nanga Lebang. Untuk dokter P3K juga ada. Tapi belum tahu siapa yang akan lulus di sana.
Dia menjelaskan, untuk kapasitas rawat inap terutama tempat tidur sudah memenuhi standar dengan jumlah hampir 20-an bed.
“Karena ada ruang rawat inap orang dewasa, anak-anak dan persalinan,” katanya.
Disampaikan dia, untuk pasien rawat inap di Puskesmas Nanga Lebang memang tidak banyak. Apalagi wilayah Puskesmas Nanga Lebang hanya 4 desa. Jadi kadang-kadang dalam seminggu hanya ada 4 atau 5 orang yang rawat inap.
“Pasien yang harus dirawat inap biasanya diare, DBD, stroke. Di sini sesuai dengan kemampuan kami merawatnya. Kalau tidak mampu, kami rujuk ke rumah sakit di Sintang. Tergantung dari permintaan pasien mau ke rumah sakit atau ke tempat yang lain,” kata dia.
