Sintang, Kalbar – Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Kebong, Roy Martadi Nurmansyah mengatakan, penyakit hipertensi merupakan penyakit yang paling banyak ditangani oleh Puskesmas Kebong. Jumlahnya mencapai 877 kasus.
“Dari 877 kasus hipertensi, 70% merupakan pasien dari luar wilayah kerja Puskesmas Kebong. Sumbangan dari luar wilayah. Kenapa bisa sampai sebanyak itu, karena Puskesmas Kebong dekat dengan beberapa desa di Kecamatan Dedai, seperti Jetak, Taok dan Desa Terusan,” katanya, saat ditemui media ini, Selasa (10/11).
Dikatakan dia, beberapa pasien hipertensi yang berasal dari Kecamatan Dedai berobat di Puskesmas Kebong. Sehingga jumlah kasus hipertensi meningkat. “Puskesmas kami letaknya strategis, mau ke Sintang melewati kami dulu. Mereka mau ke Emparu jauh, lebih dekat ke Puskesmas Kebong. Akhirnya, mereka pilih berobat di Puskesmas Kebong,” kata dia.
Masih kata Roy, walaupun pasien tersebut berasal dari luar wilayah kerja Puskesmas Kebong, tetap harus diterima. “Kami juga menyarankan masyarakat yang berobat di Puskesmas Kebong, fasilitas kesehatannya diubah ke wilayah Puskesmas Kebong agar mendapatkan pelayanan BPJS di Puskesmas Kebong,” jelasnya.
Dikatakan dia, pasien hipertensi harus terus menerus meminum obat. Sehingga pihaknya menyarankan pasien selalu kontrol ke puskesmas setiap seminggu sekali. Kemudian disarankan ikut posyandu lansia. Hipertensi ini rata-rata lansia dengan umur di atas 50 tahun.
Selain hipertensi, untuk penyakit TBC yang ditangani Puskesmas Kebong ada 3 kasus. Puskesmas Kebong memiliki wilayah kerja yang meliputi 13 desa di Kecamatan Kelam Permai.
