Pemkab Kubu Raya Gelar Sidak Pasar di Sungai Kakap

Kubu Raya, Kalbar –  Sekretaris Daerah Kabupaten Kubu Raya Yusran Anizam pimpin inspeksi mendadak (Sidak) ke pasar tradisional dan sejumlah swalayan di Kecamatan Sungai Kakap, Jumat (24/3) pagi.

Tujuan Sidak tersebut untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dan stabilitas harga memasuki bulan suci Ramadan, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya “Kita melakukan peninjauan dan monitoring evaluasi terkait dengan proses perdagangan khususnya di Kecamatan Sungai Kakap, baik di pasar tradisional maupun di beberapa pasar modern. Hari ini kita coba ambil sampel bagaimana kesiapan dalam masa Ramadan ini maupun menjelang hari raya nanti. Baik stok barang khususnya sembilan bahan pokok, juga bagaimana harga, kualitas, dan masa berlakunya,” tutur Sekretaris Daerah Yusran Anizam seusai kegiatan.

Diungkapkan, Yusran bahwa dari hasil pemantauan, diketahui terjadi kenaikan harga pada sejumlah komoditas pokok. Namun kenaikan tersebut masih dalam batas kewajaran. Begitu pula dengan ketersediaan barang, di mana stok yang ada masih sangat mencukupi hingga hari raya Idulfitri nanti dan beberapa waktu setelahnya.

“Kita sudah meninjau beberapa titik baik itu penjualan sembako maupun barang-barang kebutuhan lainnya. Alhamdulillah, secara umum harga masih wajar. Walaupun memang ada beberapa kenaikan seperti pada cabai rawit yang naik sedikit. Untuk yang lain harganya relatif stabil. Kita syukuri, artinya antara penawaran dan permintaan ini masih terjaga stabil,” jelasnya.

 Selain mengecek stok dan harga, dia mengatakan pihaknya juga melibatkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memastikan keamanan pangan bagi masyarakat. Dalam inspeksi tersebut, ujarnya, Tim BPOM melakukan pemeriksaan pada sejumlah produk  pangan.

 “Terkait dengan beberapa produk memang dilarang. Untuk menjamin keamanan, tim dari BPOM akan mengambil sampling yang selanjutnya akan dites. Kira-kira mana produk dan barang yang boleh atau tidak boleh diperjualbelikan,” ujarnya.

 Kapolres Kubu Raya Arief Hidayat mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Kubu Raya yang melibatkan pihaknya bersama pemangku kepentingan terkait lainnya dalam kegiatan inspeksi pasar. Ia menilai langkah tersebut sangat penting dalam upaya mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.

 “Kami dari Polres Kubu Raya dan Polsek jajaran berterima kasih atas kesempatan bisa melaksanakan kegiatan bersama memantau perkembangan situasi, khususnya ketersediaan barang dalam perekonomian jelang musim Idulfitri ini untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan,” tuturnya.

Lebih lanjut, dia berharap kondisi yang kondusif dapat terus tercipta. Secara khusus ia juga berharap agar tidak ada spekulan yang memanfaatkan situasi terkait dengan barang-barang kebutuhan masyarakat menjelang hari raya Idulfitri nanti.

 “Jika ditemukan nanti, kita proses tentunya sesuai dengan ketentuan. Kita berharap semua berjalan lancar. Tidak ada yang aneh-aneh atau bisa menghambat kebutuhan masyarakat. Kita bergerak di lapangan bersinergi dengan pemangku kepentingan terkait. Kami sudah arahkan ke seluruh Polsek jajaran untuk tetap memantau perkembangan harga di masyarakat baik di pasar tradisonal ataupun pasar modern. Tujuannya agar tidak ada hal-hal yang membuat masyarakat menjadi resah,” ucapnya. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kubu Raya Norasari Arani mengatakan harga sembilan bahan pokok tidak boleh melebihi dari harga eceran tertinggi. 

“Seperti gas elpiji misalnya, kalau dalam radius 60 kilometer itu hanya boleh dijual Rp 18.500. Tapi kalau sudah di luar 60 kilometer maka ditambah ongkos angkut,” jelasnya.

 Lebih lanjut, Norasari mengungkapkan stok beras hingga momen Idulfitri sangat mencukupi. Sebab di Kabupaten Kubu Raya terdapat tujuh gudang beras yang menyuplai beras untuk kebutuhan Kalimantan Barat.

 “Jadi kebutuhan sampai empat bulan ke depan itu sangat cukup. Ditambah lagi Kubu Raya memang penghasil beras lokal. Kecuali untuk telur ayam, kalau seandainya permintaan meningkat, baru kita bermitra dengan kabupaten/kota terdekat,” pungkasnya.  

SebelumnyaApresiasi Kiprah NPCI, Ini Kata Muda
SelanjutnyaEdi Kamtono Ajak Masyarakat Makmurkan Masjid