Desa Sungai Ana Kembangkan BUMDes Angkutan Sampah

Sintang, Kalbar – Sampah rumah tangga yang tidak terkelola dengan baik, jelas akan merusak lingkungan. Sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga setiap harinya harus dikelola dengan baik agar tidak mencemari lingkungan. Atas dasar inilah, Desa Sungai Ana, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang mengembangkan BUMDes dibidang usaha jasa angkutan sampah untuk warganya. Kepala Desa Sungai Ana, Marlin Syahalam mengatakan, bidang usaha jasa angkutan sampah yang dikelola oleh BUMDes di desanya tersebut, terus berkembang dengan semakin banyaknya jumlah pelanggan.

“Saat ini sudah 250 pelanggan yang berlangganan menggunakan jasa angkutan sampah milik BUMDes tersebut,” kata Marlin, ditemui media www.kalbarpost.id, Jumat (16/10).

Kata Marlin, setiap pelanggan Jasa Angkutan Sampah ditarik biaya sebesar Rp40 ribu perbulannya. Dikatakan Marlin, berstatus sebagai desa mandiri, Desa Sungai Ana terus berupaya mengembangkan BUMDes untuk meningkatkan pendapatan desanya. Selain usaha Jasa Angkutan Sampah, BUMDes Sungai Ana berencana mengembangkan usaha di sektor pariwisata. Desa dengan 1.700 kepala keluarga ini memang memiliki potensi pariwisata yang bagus untuk dikembangkan. “Jasa Angkutan Sampah adalah unit usaha pertama BUMDes kami. Setelah ini berjalan dengan baik, kami akan menggali potensi lainnya yang ada di desa. Salah satunya potensi pariwisata,” katanya.

Desa Sungai Ana memiliki potensi wisata budaya berupa kegiatan robo-robo yang dilaksanakan setiap tahunnya. Selain itu, di RT 1 dan RT 2 Desa Sungai Ana, masyarakatnya masih menggunakan rumah berbentuk panggung. Rumah panggung khas Melayu ini juga bisa menjadi potensi wisata yang akan dikembangkan.

“Jika sektor wisata bisa dikembangkan, maka akan dikelola oleh BUMDes juga. Termasuk wisata kuliner seperti warung kopi dan produk makanan lainnya,” kata Marlin.

Tidak hanya akan mengembangkan sektor wisata, Desa Sungai Ana juga sedang mengembangkan program ketahanan pangan. “Tahun ini kami sedang mengembangkan peternakan lele dan kambing. Ada satu kelompok masyarakat yang sedang kami bina untuk mengembangkan peternakan lele dan kambing. Kami bantu bibit lele dan bibit kambing,” bebernya.

Satu kelompok tersebut, kata Marlin, akan menjadi percontohan untuk pengembangan kelompok masyarakat peternakan. “Desa memberikan bantuan bibit lele untuk 4 kolam ikan dan 6 ekor anak kambing. Kalau ini hasilnya baik, akan kami kembangkan,” kata dia.

Penulis : Tantra Nur Andi

SebelumnyaHanya Kecamatan Sintang Ikuti Lomba Paduan Suara Dewasa di Pesparani
SelanjutnyaForum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tahun 2024