Dewan Ajak Orangtua Tumbuhkan Kreativitas Anak

Sintang, Kalbar – Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Kusnadi seringkali mengingatkan anak adalah masa depan negeri ini. Untuk itu, orangtua harus memberikan perhatian penuh pada tumbuh kembang anaknya.

“Tanpa SDM yang baik, Kabupaten Sintang sulit untuk maju,” ujarnya. Bagi Kusnadi, pembangunan fisik seperti jalan, jembatan, gedung pemerintah memang penting. Namun, pembangunan manusia adalah fondasi yang menentukan masa depan. Dan di dalamnya, kreativitas generasi muda menempati posisi kunci. Kusnadi melihat langsung bagaimana banyak anak muda di Sintang memiliki potensi besar tetapi kurang mendapat ruang pengembangan. “Pemkab Sintang harus lebih gencar membangun kreativitas anak muda. Pengembangan potensi anak muda harus dilakukan agar tumbuh kreativitas dalam diri mereka,” tegasnya.

Menurutnya, program-program pelatihan menjadi kebutuhan mendesak, mulai dari pelatihan keterampilan kerja seperti desain grafis, tata boga, fotografi, hingga pelatihan yang mengasah bakat dan minat seperti seni peran, musik, olahraga, dan kerajinan lokal.

Ia menambahkan, kreativitas tidak hanya berfungsi sebagai penyaluran bakat, tetapi juga sebagai pintu terbukanya peluang ekonomi. “Dengan kreativitas, anak muda mampu menciptakan lapangan usaha bagi dirinya sendiri dan orang lain,” katanya. Hal ini sekaligus dapat mencegah anak muda terjerumus dalam tindakan kriminal karena tidak adanya aktivitas positif.

Kusnadi berharap pemerintah mulai menaruh perhatian lebih pada pengembangan ekonomi kreatif. “Semoga Pemkab Sintang mulai berpikir mengembangkan ekonomi kreatif bagi anak muda,” harapnya.

Bukan hanya anak muda, kreativitas juga penting dipupuk sejak usia kanak-kanak. Kreativitas membantu anak mengekspresikan diri, mengasah imajinasi, serta meningkatkan kemampuan problem solving yang akan berguna sepanjang hidup.

Namun kreativitas tidak muncul begitu saja. Ia membutuhkan stimulasi, lingkungan yang mendukung, serta dorongan dari orang dewasa di sekitarnya, baik orangtua, guru, maupun komunitas.

Anak yang terbiasa terlibat dalam aktivitas kreatif biasanya memiliki pola pikir lebih fleksibel, percaya diri dalam mencoba hal baru, dan memiliki kemampuan adaptasi yang lebih baik.

Anak membutuhkan kebebasan mencoba berbagai hal tanpa takut salah. Sediakan waktu bermain bebas, alat gambar, bahan prakarya sederhana, atau sekadar ruang untuk membangun sesuatu dari benda-benda di sekitar. Lingkungan yang tidak kaku akan mendorong anak lebih berani mengeksplorasi ide. Berikan anak ruang ekspresi. Batasi Penggunaan Gadget

Gadget yang berlebihan dapat membatasi kemampuan anak berpikir kreatif karena anak hanya menjadi konsumen, bukan kreator. Alih-alih, ajak mereka melakukan aktivitas fisik, bermain di luar, atau mengerjakan proyek kreatif sederhana. Ajak anak bertanya dan berpikir kritis.

Saat anak bertanya, jangan buru-buru memberi jawaban. Tanyakan kembali apa pendapat mereka. Cara ini merangsang kemampuan berpikir kritis dan membantu anak menyusun ide-idenya sendiri.

“Anak harus diberikan untuk berimajinasi dan mengekspresikan diri,” katanya.

Sebagai orangtua, Kusnadi mengingatkan jangan fokus pada hasil akhir, tetapi apresiasi proses. Saat anak membuat gambar, meski sederhana, berikan pujian pada usaha dan ide mereka. Penghargaan terhadap proses akan membuat anak lebih percaya diri dan terus mencoba hal baru.

Ajak anak mencari solusi untuk masalah kecil di rumah, misalnya bagaimana menyimpan mainan agar rapi atau bagaimana membuat tempat pensil dari barang bekas. Aktivitas ini melatih kreativitas sekaligus kemampuan problem solving.

Anak belajar dari apa yang mereka lihat. Jika orangtua menunjukkan sikap kreatif—misalnya mencoba resep baru, membuat kerajinan tangan, atau membaca buku, anak akan meniru dan menganggap kreativitas sebagai bagian dari kehidupan. “Carikan anak lingkungan sosial yang mendukung,” katanya. Komunitas seni, kelas ekstrakurikuler, sanggar tari, atau klub sains dapat menjadi tempat anak bertemu dengan teman sebaya yang memiliki minat serupa. Interaksi ini akan memperkaya ide dan memotivasi mereka untuk terus berkembang.

Dia mengingatkan, kreativitas bukan hanya kebutuhan anak, tetapi juga modal pembangunan daerah. Ketika kreativitas tumbuh, lahirlah inovasi. Ketika inovasi lahir, terbentuklah peluang usaha baru. Di Sintang, peluang ekonomi kreatif sangat besar, mulai dari kerajinan tangan, desain, seni pertunjukan, hingga produk lokal yang bisa dikembangkan secara modern.

Apa yang disampaikan Kusnadi bukan sekadar kritik, tetapi ajakan bersama. Pembangunan SDM tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Orangtua, sekolah, komunitas, dan masyarakat turut memegang peran besar dalam membentuk generasi kreatif yang siap menjawab tantangan global.

Jika anak-anak Sintang diberi ruang berekspresi sejak dini, diberi pelatihan saat remaja, dan diberi kesempatan berkreasi ketika dewasa, maka Sintang bukan hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga kuat secara karakter dan daya saing. Di tengah perkembangan zaman, kreativitas menjadi jembatan menuju masa depan.

SebelumnyaDewan Desak Jalan Berlubang di Kota Sintang
SelanjutnyaKinerja OPD akan Terus Diawasi