ASN Sintang Ikuti Retret di Bodok

13

Sintang, Kalbar – Untuk kedua kalinya, ASN, pegawai kontrak dan pegawai honorer di Kabupaten Sintang mengikuti retret, pendalaman dan pembinaan iman. “Tahun ini, Retret dilaksanakan di Wisma Tabor Parindu Bodok Sanggau. Tahun 2019, kita akan rencanakan di Rumah Retret Bandol Landak. Retret ini   bisa dilaksanakan karena ASN yang beragama Katolik mau mengikuti, dan membiayai kegiatan ini secara swadaya,” kata Sekda Sintang, Yosepha Hasnah.

Menurut Yosepha, banyaknya ASN yang mau mengikuti Retret merupakan bukti ASN masih perduli dengan kegiatan kerohanian dan ada kebersamaan yang kuat. “Saya merasa bahwa ASN perlu  pencerahan, penguatan dan pembinaan kerohanian di tengah rutinitas pekerjaan di kantor, yang salah satunya bisa dilakukan melalui retret ini,” katanya. Dengan kegiatan retret, ASN bisa lebih saling mengenal satu dengan yang lainnya, lebih bisa mendalami keimanan, dan memperkuat relasi dengan Tuhan. “Harapan saya, para ASN, pegawai kontrak dan honorer semakin baik kualitas individunya dan dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan Iman Katolik,” harap Yosepha.

Dikatakan dia, selama retret, semua harus melepaskan jabatannya di pemerintahan. Semua posisinya sama, yakni sebagai peserta retret.

Palentinus, Ketua Panitia Retret 2018 menjelaskan, bahwa retret 2018 di Wisma Tabor Parindu Bodok   mengambil tema, melalui retret kita ciptakan holistic growth dari berbagai sisi kehidupan ASN. Retret   berlangsung 25-27 Mei 2018 dengan menghadirkan motivator asal Jakarta, yakni Frans Lim & Associates   yang sudah berpengalaman dalam memberikan motivasi untuk berbagai profesi dan pekerjaan. “Kami   ingin peserta mampu menjadi pribadi yang baik dan sukses. Saya juga bangga, meskipun kita laksanakan di Bodok  Sanggau, peserta tetap banyak yakni mencapai 164 orang,” katanya.

Selama pelaksanaan retret tersebut, motivator Frans Lim & Associates memberikan empat materi, yakni   Sukses Pilihan Saya, proaktivitas Aparatur Sipil Negara, Visi Kehidupan (growth holistic), dan dinamika kebersamaan.

Komentar