“Bencana kabut asap berpengaruh sangat signifikan pada sektor usaha kuliner. Seperti yang dirasakan oleh mejemen canglai kopi Pontianak yang mengalami penurunan omset hingga 40 persen.”
Pontianak, Kalbar – Musibah kabut asap di Kalimantan Barat berimbas cukup signifikan bagi pelaku usaha kuliner di kota Pontianak. Salah satunya dirasakan oleh manajemen canglai kopi, yang mengalami penurunan omset dari sejak kabut asap mulai muncul.
Penurunan cukup signifikan terlihat terjadi pada beberapa hari terakhir. Penurunan itu diduga akibat kondisi kabut asap yang juga menyebabkan banyaknya debu berterbangan dan mengotori meja – meja tamu. Pengelola Canglai Kopi Pontianak, Miftachul Khoir menuturkan, rekap data omset harian sejak tanggal 16 hingga tanggal 28 Agustus 2023 menunjukkan terjadi penurunan omset hingga 40 %. Kondisi ini dinilai cukup mengkhawatirkan karena angka penurunan itu sudah hampir 50 persen.

“Memang sejak terjadi musibah kabut asap ini tingkat kunjungan tam uke warung kopi kami mengalami menurun cukup signifikan hingga 40 %,” ungkapnya.
Ia menjelaskan kondisi asap berakibat banyaknya debu sehingga cukup mempengaruhi perilaku masyarakat sehari harinya.
Pria yang juga akrab disapa Ameng ini menambahkan upaya mengimbangi penurunan itu, promosi saat ini lebih digencarkan, yang artinya juga berpengaruh pada penambahan biaya (cost). “Untuk mengantisipasi penurunan itu kami meningkatkan promosi melalui platform media sosial,” katanya.
Di sisi lain para karyawan juga harus bekerja extra, karena setiap beberapa menit harus atau di saat tamu datang harus membersihkan meja dari paparan debu. “Karyawan kami harus bekerja lebih extra, karena setiap tamu datang pasti minta dibersihkan mejanya,” imbuhnya.
Sebagai pelaku usaha Miftahul Khoir sangat berharap, musibah yang rutin terjadi ini bisa dicarikan solusi terbaik, serta dilakukan langkah antisipasi. (Ainul)
