Kubu Raya, Kalbar – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mengumumkan nama-nama para pemenang Lomba Murattal dan Dai/Daiyah se-Kalimantan Barat, Selasa (18/4). Pengumuman pemenang dilakukan seusai babak final yang berlangsung di Gaia Bumi Raya City Kubu Raya. Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menyerahkan langsung hadiah kepada para pemenang lomba yang diikuti oleh siswa SD/Madrasah Ibtidaiyah (MI), SMP/Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan SMA/Madrasah Aliyah (MA) se-Kalimantan Barat itu.
Bupati Muda menilai perlombaan tersebut sangat inspiratif. Sebab, selain menjadi cara untuk mencari bibit-bibit qari-qariah dan dai/daiyah berbakat, lomba murattal dan dai juga diharapkan bisa menjadi sarana dalam menciptakan generasi yang islami. Selain itu, teknis pelaksanaan lomba pun sangat mudah, yakni cukup melalui video yang dikirimkan oleh peserta kepada panitia.
“Dari 1.072 peserta dari seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Barat yang mendaftar, terseleksi tiga finalis dari masing-masing kategori yang dinilai sudah sangat unggul,” kata Muda Mahendrawan.
Muda mengungkapkan dari hasil penilaian dewan juri, mayoritas pemenang diketahui berasal dari Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Kayong Utara.
“Selain tiga daerah yang mendominasi juara dari masing-masing kategori, ada juga dari kabupaten lain seperti Sambas, Sintang, Kapuas Hulu, Ketapang, Bengkayang, Sekadau, dan Melawi, serta Kota Singkawang yang berhasil meraih predikat juara,” terangnya.
Muda menuturkan pelaksanaan lomba murattal dan dai/daiyah bersifat alamiah. Di mana dalam prosesnya tidak melibatkan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ), melainkan memberikan ruang seluas-luasnya kepada para peserta untuk tampil dengan kemampuan autodidaknya.
“Atau mungkin akan melahirkan anak-anak kita yang mahir dalam seni membaca Alquran dengan murattal yang selama ini belum ditonjolkan. Namun dengan cara ini akan memudahkan setiap anak untuk tampil, bahkan anak kampung dari manapun bisa ikut serta dalam kegiatan ini,” ucapnya. Pemenang pertama lomba dai tingkat SD/MI kelas 4-6 putra, Muhammad Imam Bukhari, mengaku tidak menyangka dapat meraih predikat juara.
“Keikutsertaan saya pada perlombaan ini didorong oleh keinginan pribadi dan dorongan orang tua dengan tujuan agar saya nantinya bisa menjadi dai,” ungkapnya. Siswa asal Desa Sungai Paduan, Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara, itu menjelaskan berbagai persiapan harus dilaluinya. Selain itu, hal terpenting menurutnya adalah adanya nasihat dari orang tua sehingga dirinya dapat tampil maksimal.
“Saya harus memahami materi yang akan disampaikan. Selain itu juga harus menghafal ayat-ayat Alquran dan hadis serta melatih intonasi agar bisa tampil dengan baik,” katanya.
