Bupati Sintang Rancangkan Menara BTS Di 29 Desa

83

Sintang, Kalbar – Bupati Sintang, Jarot Winarno  meresmikam Menara Induk Poin of Integration Base Transceiver Station (PoI BTS) Universal Service Obligation (USO) Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia di Kompleks Gedung Serbaguna,  Senin, (28/3).

Bupati Sintang, Jarot Winarno menyampaikan,  bahwa tahun 2019 yang lalu, demi memperjuangkan pembangunan menara Base Transceiver Station di Kabupaten Sintang, Bupati sintang langsung mendatangi Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

“Di tahun lalu saya bertemu langsung Johnny G yang menjabat sebagai  Menteri Kominfo di Jakarta.  Selain itu, saya juga bertemu jajaran Bakti saat itu dan sampaikan langsung kebutuhan desa-desa akan adanya menara BTS. Hasilnya, direncanakan akan dibangun 164 menara BTS di Kabupaten Sintang sampai 2024. Saya minta tambah jatah pembangunan menara BTS ini. Kebutuhan masyarakat Kabupaten Sintang saat ini adalah listrik dan sinyal,” ungkapnya.

Ia mengatakan, bahwa listrik masih bisa diupayakan sendiri tetapi sinyal harus dibantu pemerintah dan provider swasta karena harus membangun tower. Sinyal akan memudahkan orangtua menghubungi anak-anak yang kuliah di luar daerahnya karena jika ada HP tapi  tidak ada sinyal, tidak bisa apa-apa. Untuk itu mereka perlu sinyal.

“Untuk  menara BTS  yang akan ada di 29 desa di Kayan Hulu, mudah-mudahan terealisasi. Saya sudah ke Desa Bangun Sepauk, di sana tidak ada sinyal. Saya berharap dengan peresmian menara ini, maka sinyal di pedalama semakin baik. Saya melihat, banyak perangkat tower yang belum diangkut di lokasi karena medan yang sulit, belum lagi perizinan soal UKL UPL dan izin dari pemerintah pusat, menyulitkan kita semua,” jelasnya.

Selain itu, dia menyampaikan, kepada semua OPD, bantu pihak Bakti dan provider. Bantu dalam hal tanah, perizinan, supaya dibantu dalam mencapai tujuan merdeka sinyal.

“Target merdeka sinyal ini awalnya, tahun 2020. Ternyata tidak tercapai, sehingga diundur menjadi 2024. Mudah-mudahan tercapai Indonesia Merdeka Sinyal Tahun 2024. Saya berharap, menara ini mampu meningkatkan kualitas sinyal di menara BTS yang ada di desa-desa,” tutur Jarot.

Direktur PT Fiber Home Technologies Indonesia, Doddy Devrian menyampaikan, pihaknya sangat senang karena proyek pembangunan Poin of Integration Base Transceiver Station (PoI BTS) bisa selesai dilaksanakan.  “Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari semua pihak termasuk pimpinan di Kabupaten Sintang. Sehingga menara ini bisa selesai dengan baik,” tutupnya.