Bupati Sintang Resmi  Launching Ompu dan Puskesos Betabas

32

Sintang, Kalbar – Bupati Sintang, Jarot Winarno melaunching OMPU BETABAS (Optimalisasi Puskesos Bersama Tuntaskan Bantuan Sosial) dan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) Bersama Tuntaskan Bantuan Sosial (Betabas) Kabupaten Sintang Kalimantan Barat, Kamis ( 19/5)  di Halaman Dinas Sosial Kabupaten Sintang.

Puskesos Betabas merupakan inovasi perubahan Setina yang sedang mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II di Semarang Jawa Tengah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri, Kadis Sosial dan Jajaran Dinas Sosial, Anggota Forkopimda Kabupaten Sintang, Camat, Kepala Desa, Lurah, Instansi Vertikal dan jajaran Pemerintah Kabupaten Sintang.

Bupati Sintang, Jarot Winarno menyampaikan, bahwa Menteri Sosial Republik Indonesia sering marah-marah karena beliau kecewa atas bantuan sosial yang tidak tepat sasaran.

“Kita masih menghadapi banyak masalah. Bantuan yang tidak tepat sasaran. Orang banyak yang DM ke saya mengeluhkan mereka yang miskin dapat bantuan, tapi yang kaya dapat bantuan. Terutama BLT Dana Desa, katanya banyak keluarga kepala desa dapat bantuan. Kami ndak dapat, begitu bunyi DM. Ada juga yang mengeluhkan, hilangnya nama mereka sebagai penerima bantuan,” ujarnya.

Ia mengatakan, bahwa  diperlukan koordinasi dengan dukcapil sangat penting. Bagaimana operator DTKS bisa berkoordinasi dengan Dinas Dukcapil untuk mengatasi hilangnya data penerima bantuan di Kementerian Sosial.

“Hari ini kita melakukan launching Ompu Betabas dan Puskesos Betabas. Bersama tuntaskan bantuan sosial. Puskesos bisa dijadikan tempat pelayanan, pengaduan dan rehabilitasi masalah yang ada. Puskesos bisa meningkatkan pelayanan kita kepada masyarakat. Terima kasih kepada kecamatan, kelurahan dan desa yang sudah membentuk Puskesos. Ada 9 Puskesos yang sudah terbentuk,” tutur Jarot.

Ia menjelaskan, bertapa pentingnya fungsi dari Puskesos khususnya dalam penyaluran Bantuan Sosial di Kabupaten Sintang supaya Tepat Jumlah, Tepat Waktu dan Tepat Sasaran (3T), maka salah satu strategi percepatan penyaluran bantuan sosial adalah optimalisasi Puskesos.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sintang, saya menyambut baik dan memberikan apresiasi atas di-launching-nya OMPU BETABAS dan Pusat Kesejahteraan Sosial. (Puskesos) “Batabas” Kabupaten Sintang ini, mengingat tujuan dan program kerja puskesos ini sendiri memang sangat baik, maka tentu saja pemerintah secara berkelanjutan menggunakan layanan ini. Apalagi dengan adanya puskesos ini sendiri sebenarnya masyarakat  akan diberikan keuntungan dengan adanya bantuan yang menaunginya. Melalui layanan ini, WNI berhak memberikan pengaduan serta penanganan atas kebutuhan sosialnya, saudaranya dan tetangganya,” jelasnya.

Ia berharap, dengan dibentuknya Puskesos sebagaimana tersebut di atas, bukan saja sebagai pilot projek/proyek perubahan dalam menempuh Pendidikan Kepemimpinan Nasional bagi kepala Dinas Sosial Kabupaten Sintang, akan tetapi merupakan langkah awal dan secara berkelanjutan, puskesos-puskesos juga harus dibentuk di semua desa dan kelurahan dan bahkan sampai ke desa-desa di Kabupaten Sintang secara menyeluruh. Sehingga masyakat yang memerlukan layanan kebutuhan sosial tidak perlu harus ke ibu kota kabupaten,  melainkan pelayanan tersebut sudah dapat dilakukan di puskesos-puskesos setempat.

Ia mengingatkan,  pihak kecamatan, kelurahan dan desa bahwa update data NIK pada KK maupun KTP harus diperhatikan, jangan sampai ada kesalahan, baik pada nama, tanggal  lahir lahir, status pekerjaan dan sebagainya. Data tersebut juga harus  sesuai  dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Oleh karena itu hal ini  perlu menjadi perhatian oleh operator Sistem Informasi  Kesejahteraan  Sosial Next Generation (SIKS-NG) desa/kelurahan, pendamping yang melakukan input data di masing-masing desa/kelurahan, karena dapat tidaknya bantuan ini merupakan hasil dari verifikasi data yang sepadan antara data KK/KTP  dan  DTKS.