Bupati Sintang Resmikan Rumah Sakit Anugrah Bunda Jaya

269

Sintang, Kalbar – Bupati Sintang,  Jarot Winarno meresmikan Rumah Sakit Anugrah Bunda Jaya Kabupaten Sintang, Rabu, (23/2)  di MT Haryono, Kelurahan Kapuas Kanan Hulu, Kecamatan Sintang.

Hadir pada peresmian tersebut, Wakil Ketua DPRD Sintang, Kepala BPJS Sintang, Direktur Rumah Sakit Anugrah Bunda Jaya, Helly Habiballoh Luqmansyah dan jajarannya, Anggota Forkopimda Kabupaten Sintang, Kepala Dinas Kesehatan, Harisinto Linoh, Kepala Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang dan tamu undangan.

Bupati Sintang, Jarot Winarno menyampaikan, dalam pelayanan kesehatan, hukum tertinggi adalah kemanusiaan. Hukum kemanusiaan lebih tinggi dari yang lainnya.

“Saya setuju perubahan nama dari Assyifa menjadi Rumah Sakit Anugrah Bunda Jaya. Menunjukan bahwa kemanusiaan lebih tinggi, kita diharapkan bisa menjadi terang dan garam bagi masyarakat Kabupaten Sintang. Dibalik berdirinya Rumah Sakit Anugrah Bunda Jaya, ada satu orang yang bersusah payah. Rumah sakit ini saya yakini akan maju. Ada banyak dokter di sini yang akan menjamin kualitas rumah sakit ini,” ungkapnya.

Ia mengatakan, bahwa harus pandai membaca peluang, karena setelah BPJS Kesehatan dijadikan syarat seseorang untuk membeli tanah, maka suatu saat kepesertaan BPJS akan meningkat. Untuk BPJS dan badan yang lain agar dapat mengembangkan fungsi sosial. Rumah sakit harus mengutamakan pelayanan dengan Layani dulu lalu uang belakangan. Rumah sakit ini akan memberikan kontribusi yang besar bagi Kabupaten Sintang.

“Saya senang, rumah sakit semakin tumbuh di Kabupaten Sintang. Menurut saya dokter jantung perlu diperbanyak di Kabupaten Sintang,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan, Harisinto Linoh menyampaikan, Rumah Sakit Anugrah Bunda Jaya ini luar biasa karena bisa berdiri di saat pandemi yang sedang melanda Indonesia tak terkecuali Kabupaten Sintang.

“Rumah sakit ini akan menjawab kebutuhan masyarakat Sintang untuk pelayanan kesehatan yang berkualitas. Di sini saya lihat ada dokter spesialis penyakit dalam, bedah, anak, syaraf, jantung dan kebidanan. Di sini sudah ada dokter spesialis jantung, jadi luar biasa. Ini  memberikan pilihan bagi masyarakat Sintang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas,” ujarnya.

Selanjutnya, ia mengatakan, emang kadang-kadang sejumlah rumah sakit di Sintang penuh. Dengan adanya rumah sakit ini, tinggal kita arahkan ke sini kalau RSUD AM Djoen penuh. Seperti inilah yang kita harapkan. “Selamat atas berdirinya  rumah sakit Anugrah Bunda Jaya. Tunduklah pada aturan yang ada. Kami siap membantu semua rumah sakit yang ada di Kabupaten Sintang. Kami tidak akan mempersulit pembangunan rumah sakit jika sesuai aturan,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan, bahwa layanilah orang lain, seperti seolah olah anda sendiri yang memerlukan pelayanan. Kalau tidak ingin dilayani lama-lama, jangan memberikan pelayanan yang lama kepada orang lain. Kalau kita tidak mau dicuekan orang lain, jangan mencuekan orang lain. Senyumlah kepada pasien. Dengan senyum sudah membantu pasien yang datang. Semoga sukses untuk Rumah Sakit Anugrah Bunda Jaya

Direktur Rumah Sakit Anugrah Bunda Jaya,  Helly Habiballoh Luqmansyah menjelaskan, bahwa berdirinya Rumah Sakit Anugrah Bunda Jaya memiliki sejarah yang panjang.

“Tahun 2012 di tempat ini sudah ada Rumah Sakit Assyifa yang sebelumnya merupakan Klinik  Assyifa. Dengan perkembanganya akhirnya merger dengan PT Anugerah Bunda Jaya. Lalu terbentuklah Rumah Sakit Anugerah Bunda Jaya. Perubahan itu sebuah nama yang mencerminkan value yang kita unggulkan di sini yakni universal. Kita menonjolkan kemanusiaan dalam memberikan pelayanan di Kabupaten Sintang ini,” jelasnya.

Ia juga berharap agar Keadaan sekarang, dapat bergerak ditipe D dengan 50 bed. Dalam pelaksanaan pelayanan harus sesuai dengan peraturan yang ada. Produk unggulan ke depannya adalah adanya perawatan Hemodialisa atau HD.

“HD ini terjadi antrian di RSUD AM Djoen. Perawatan HD memang mahal. Sementara masih melayani umum sambil kami menjalin kerjasama dengan BPJS. Sering terjadi penumpukan pasien di sejumlah rumah sakit. Sehingga Sintang membutuhkan rumah sakit lain saat ini,” tutupnya.