Dewan Minta Pemkab Prioritaskan Pembangunan Serawai

38

Sintang, Kalbar – Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Zulkarnain meminta pemerintah untuk memprioritaskan pembangunan di Kecamatan Serawai dan Kecamatan Ambalau.

“Dua kecamatan ini, masih sangat terbelakang dalam segala bidang. Terutama infrastruktur jalan,” kata Zulkarnain, Rabu (15/6).

Dia mendesak Pemkab Sintang dan Pemprov Kalbar untuk memberikan perhatian lebih dalam pembangunan kawasan terpencil, terutama Serawai dan Ambalau.

Kecamatan Serawai Ambalau masih jauh tertinggal jika dibandingkan dengan kecamatan lain di Kabupaten Sintang. Janji pemerintah untuk memprioritaskan pembangunan di kawasan Serawai-Ambalau hingga kini masih sebatas janji yang belum kunjung terealisasi.

“Kecamatan Serawai dan Kecamatan Ambalau adalah dua kecamatan yang paling mengharapkan pembangunan infrastruktur dasar, seperti akses jalan yang layak. Karena sebagian besar mobilitas ke desa-desa masih mengandalkan jalur sungai,” ungkapnya.

Ia menegaskan, infrastruktur di Kecamatan Serawai dan Kecamatan Ambalau

masih sangat memprihatinkan. Khususnya, infrastruktur dasar seperti jalan jembatan maupun sarana publik lainnya.

Dikatakan dia, karena akses jalan darat dari Sintang menuju Serawai mengalami kerusakan, masyarakat terpaksa memilih jalan memutar melalui Kabupaten Melawi. Kondisi ini sudah berlangsung cukup lama dan sangat mempengaruhi waktu perjalanan, juga biaya yang harus dikeluarkan.

Selain itu, warga yang ingin pergi ke Nanga Serawai juga masih mengandalkan jalur sungai menggunakan speedboat dengan ongkos yang cukup besar. Bisa dari kota Sintang. Atau dari Nanga Pinoh, ibukota Kabupaten Melawi.

Jika akses Sintang-Serawai bisa melalui jalur darat. Lainnya halnya akses dari Serawai menuju Ambalau yang mengandalkan jalur sungai. Bahkan sebagian besar akses ke desa-desa di Kecamatan Serawai dan Kecamatan Ambalau hanya bisa ditempuh lewat sungai.

“Kami ingin pemerintah daerah, baik bupati maupun gubernur untuk tetap memikirkan dengan serius tentang kondisi Serawai dan Ambalau.