Pontianak, Kalbar – Kepala Bidang Penyuluhan dan Pengembangan Pertanian Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar, Masudi mengatakan, pihaknya akan mendorong kelompok – kelompok tani di Kalimantan Barat untuk membentuk kelembagaan yang bersifat korporasi.
“Saat ini ada 23.000 kelompok tani (Poktan) di Kalbar. Poktan – Poktan ini harus membentuk gabungan kelompok tani (Gapoktan). Kemudian Gapoktan – Gapoktan yang ada akan kami dorong untuk membentuk Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP),” kata dia.
Menurut Masudi, adanya Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) ini dapat mendorong meningkatnya pendapatan petani. Untuk itu, perlu ada peningkatan skala usaha dan peningkatan efisiensi usaha dari para petani. Nantinya, kata dia, Gapoktan – Gapoktan yang ada seperti Gapoktan padi, Gapoktan cabai, Gapoktan Kedai dan lainnya, dapat membentuk lagi korporasi KEP yang berorientasi pada agribisnis.
“Skala usahanya berorientasi agribisnis dan efisiensi usahanya lebih ditingkatkan lagi. Di sinilah akan ditingkatkan kegiatan unit – unit usaha KEP untuk pengembangan agribisnis. Harapannya, dengan adanya KEP, seluruh anggota Poktan dapat terfasilitasi kebutuhannya,” kata dia.
Melalui KEP ini, lanjut dia, kebutuhan yang dibutuhkan Poktan untuk peningkatan produksi dapat terpenuhi. Sehingga produktivitas meningkat dan produksi hasil pertanian ikut meningkat. Dikatakan dia, KEP yang dibentuk Gapoktan – Gapoktan harus berbadan hukum dan bisa memfasilitasi Poktan – Poktan dari hulu sampai ke hilirisasi produksi yang terintegrasi. “Inilah yang dinamakan agribisnis. Dengan Langkah tersebut, maka kami bisa mendukung program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) tahun 2024 yang dicanangkan pemerintah pusat,” kata dia.
Menurut dia, Gapoktan di Kalbar sangat berpotensi membentuk kelembagaan korporasi. Pihaknya telah mengidentifikasi beberapa Gapoktan untuk membentuk KEP di daerah perbatasan. KEP yang berada di border ini, harus menjadi basis utama penguatan ekonomi kelompok tani.
“Ini strategi yang harus kita lakukan agar Poktan Poktan bergerak dan usahanya akan lebih aktif. Sehingga ekonomi petani dapat meningkat,” katanya.
