Drainase Sintang Kian Mendesak

Sintang, Kalbar – Di ruang rapat Gedung DPRD Sintang, di hadapan para wartawan, suara anggota DPRD Kabupaten Sintang, Senen Maryono terdengar tegas namun sarat keprihatinan. Ia membawa satu pesan penting: masyarakat Kota Sintang semakin resah dengan kondisi drainase yang tak kunjung optimal. Keluhan ini bukan sekadar cerita sesaat, tetapi kisah panjang yang terus berulang setiap kali hujan turun.

Saat masa reses, ketika para legislator turun langsung menyerap aspirasi masyarakat, Senen menerima banyak suara yang berujung pada satu inti persoalan: drainase Kota Sintang melemah fungsinya. Hampir di semua titik kota, warga mengeluhkan banjir yang muncul tiba-tiba setelah hujan lebat.

“Saat saya reses kemarin, perbaikan drainase jadi usulan utama masyarakat Kota Sintang,” ujarnya, mengingat kembali pertemuan dengan warga yang penuh keluhan sekaligus harapan.

Ia menyebutkan kondisi di lapangan cukup memprihatinkan. Banyak saluran air yang tertutup sampah dan ditumbuhi rumput liar, membuat aliran tersendat. Tak sedikit pula infrastruktur drainase yang sudah rusak, mengakibatkan genangan air bertahan lebih lama dari seharusnya.

Bagi warga Sintang, hujan deras seringkali berarti satu hal: banjir. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan perkotaan mengalami genangan yang muncul cepat dan surutnya lambat. Kondisi ini memberi dampak luas, mulai dari aktivitas warga yang terganggu hingga potensi risiko kesehatan akibat air tergenang.

Senen menyebut situasi ini sebagai alarm yang tak boleh diabaikan. “Hampir merata ketika terjadi hujan lebat langsung banjir, air lama surut,” katanya. Sebuah gambaran yang seakan menjadi wajah baru Kota Sintang saat musim hujan tiba.

Meski banyak titik masih menunggu sentuhan pemerintah, ada contoh baik yang ia soroti, penanganan drainase di Jalan Cadika Sintang. Selama bertahun-tahun, kawasan ini menjadi salah satu titik rawan banjir yang paling sering dikeluhkan masyarakat.

“Dulu, sebelum drainase diperbaiki, wilayah setempat selalu kebanjiran. Itu berlangsung lebih dari lima tahun,” ungkap Senen. Kini, ia melihat perubahan yang patut diapresiasi. Perbaikan tersebut membuktikan bahwa langkah konkret pemerintah benar-benar memberikan dampak langsung bagi kenyamanan warga.

Namun ia mengingatkan: pekerjaan belum selesai. Masih banyak kawasan lain yang menunggu giliran untuk diperbaiki. Ia mendorong pemerintah daerah untuk melakukan penataan drainase secara bertahap namun berkelanjutan. Menurutnya, pembenahan drainase tidak bisa dilakukan sekaligus, namun harus direncanakan dengan baik dan dieksekusi sesuai prioritas.

“Masyarakat berharap pemerintah menindaklanjuti keluhan terkait drainase ini. Jangan dibiarkan berlarut-larut,” tegasnya.

Harapan itu sederhana namun bermakna besar: warga ingin lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas banjir.

Drainase mungkin hanya dilihat sebagai infrastruktur kecil, parit, saluran, gorong-gorong. Tetapi bagi masyarakat Sintang, kondisi drainase yang baik adalah penentu apakah rumah mereka akan aman saat hujan turun, apakah anak-anak dapat berangkat sekolah tanpa melewati genangan, atau apakah aktivitas harian dapat berjalan seperti biasa.

Senen membawa suara masyarakat itu ke meja DPRD, berharap pemerintah mendengar lebih keras dan bertindak lebih cepat. Sebab setiap tetes hujan yang jatuh tak seharusnya membawa kekhawatiran, melainkan kesejukan bagi bumi Sintang.

Sebelumnya Sinergi Kepala Desa dan BPD untuk Membangun Desa
SelanjutnyaDewan Desak Jalan Berlubang di Kota Sintang