Infrastruktur di Ketungau Makin Buruk

Sintang, Kalbar – Kondisi infrastruktur jalan di Ketungau, Kabupaten Sintang, sangat memprihatinkan dan memerlukan perhatian mendesak dari pemerintah pusat. Sebagian besar ruas jalan di daerah tersebut rusak parah, dengan lubang-lubang besar menganga di sepanjang jalan. Kondisi ini dinilai Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Zeno Zevri Wahyu sangat mengganggu aktivas masyarakat. “Kondisi jalan yang buruk tidak hanya mengganggu transportasi, tetapi juga menghambat akses masyarakat terhadap pendidikan dan pelayanan kesehatan,” katanya.

Ia mengatakan, sebagian besar jalan di wilayah Ketungau membutuhkan perbaikan segera. Kerusakan jalan ini sangat berdampak pada efisiensi mobilitas masyarakat. Banyak murid terpaksa berjalan kaki beberapa kilometer setiap hari, melewati tanah berlumpur, untuk mencapai sekolah mereka. Sementara pusat kesehatan terdekat menjadi sulit dijangkau akibat kondisi jalan yang tidak layak.

“Hal ini juga secara jelas memperburuk kesenjangan sosial dan ekonomi di masyarakat. Sebagian daerah menjadi terisolir. Masyarakat kesulitan menjual hasil kebun mereka. Sebagai contoh, petani lokal kesulitan dalam mengangkut hasil panen mereka, seperti jagung dan sayuran segar, ke pasar. Masyarakat mengatakan tanpa akses yang memadai, mereka mengalami kerugian ekonomi yang signifikan,” katanya.

Legislator muda berusia 24 tahun ini menekankan peran strategis infrastruktur dalam memajukan Kabupaten Sintang. Ia menilai pentingnya akses jalan sebagai kunci untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Saya sering membayangkan di Ketungau ini, jalan-jalannya beraspal yang mulus dan tidak ada lagi daerah terisolasi,” katanya.

Namun, sampai sekarang, meski Indonesia sudah 80 tahun merdeka, di daerah pemilihan (dapil) Sintang 2 yang mencakup Kecamatan Ketungau Hulu, Kecamatan Ketungau Tengah, Kecamatan Ketungau Hilir, dan Kecamatan Binjai Hulu, kondisi infrastrukturnya masih rusak parah.

Kondisi jalan di daerah ini hanya sebagian kecil yang dalam kondisi baik, sementara lainnya merupakan jalan setapak yang penuh lubang atau berlumpur, layaknya tantangan tak berujung.

Pembenahan infrastruktur, seperti pembangunan jembatan dan peningkatan jalan yang layak, diharapkan dapat mendukung kegiatan ekonomi masyarakat setempat.

“Akses jalan adalah hal terpenting untuk Ketungau,” tegas Zeno. “Ketika jalannya baik, segalanya akan berjalan lancar. Kesehatan masyarakat akan terlindungi dan terlayani dengan optimal, karena akses menuju fasilitas kesehatan menjadi lebih mudah dan cepat. Ini sangat krusial, terutama di daerah terpencil yang sering terabaikan,” ungkapnya.

Ia mencontohkan jika kondisi jalan beraspal mulus, anak-anak yang sebelumnya kesulitan pergi ke puskesmas akan bisa mendapatkan perawatan tepat waktu ketika sakit.

Legislator generasi Z ini menegaskan bahwa infrastruktur jalan yang berkualitas tidak hanya mempermudah akses kesehatan, tetapi juga berfungsi sebagai tulang punggung bagi sektor ekonomi dan pendidikan. “Jika jalan kita dalam kondisi baik, perjalanan ke sekolah menjadi lebih nyaman dan aman.  

Dikatakan dia, dengan akses yang lebih baik, anak-anak di daerah terpencil akan memiliki peluang yang lebih besar untuk meraih masa depan yang lebih cerah, menjadi generasi penerus yang siap bersaing, dan mungkin suatu hari, mereka dapat berkontribusi kembali ke masyarakat melalui pekerjaan yang dicapai berkat pendidikan yang baik, mengubah nasib mereka dan lingkungan sekitar.

SebelumnyaKualitas Pendidikan di Ketungau Masih Tertinggal
SelanjutnyaBanyak Desa di Serawai Ambalau Masih Gelap Gulita