Jalan Kebun Rusak, Wabup Panggil Investor

13

Sintang, Kalbar – Jalan di areal perkebunan kelapa sawit Kecamatan Sepauk rusak parah. Pemkab Sintang pun bersikap. Wakil Bupati Sintang, Askiman langsung memanggil management enam perusahaan perkebunan sawit yang beroperasi di Sepauk.

“Kerusakan jalan di Sepauk Hulu, khususnya di area perkebunan sudah sangat parah. Kerusakan ini mengganggu distribusi barang dan mobilitas masyarakat, sehingga perlu kerja sama semua pihak untuk memelihara jalan itu,” kata Wakil Bupati Sintang, Askiman saat bertemu dengan para investor sawit, Selasa.

Dikatakan Askiman, pemeliharaan jalan ini akan dibagi menurut ruas jalan yang ada dengan perusahaan perkebunan. Pembagian ruas jalan ini perlu dibuat plang nama. Misalkan, ruas jalan di Km 38 menuju Km 63 Sungai Segak dipelihara oleh PT Citra Kalbar Sarana. “Buat plang nama yang besar, supaya masyarakat tahu bahwa perusahaan sudah membantu pemeliharaan jalan dan tidak tumpang tindih dengan proyek pemerintah,” kata Askiman.

Dikatakan Askiman, sebelum menentukan ruas jalan, akan dilakukan survey langsung ke lapangan. “Baru kita tuangkan dalam MoU, supaya memiliki kekuatan hukum. Setelah itu bekerja sesuai pembagian ruas jalan,” pinta Askiman.

Wakil Bupati Sintang ini juga meminta kalau ada CSR perusahaan, supaya lapor ke Pemkab Sintang untuk mencocokan data. Menurut Askiman, hal ini penting supaya tidak tumpang tindih antar perusahaan dengan kegiatan pembangunan oleh pemerintah.

Dikatakan Askiman, tidak terlalu banyak titik kerusakan jalan di Sepauk Hulu, sehingga tidak akan menghabiskan dana yang banyak. Jalan yang masih bagus hanya perlu dirapikan.

Sekda Sintang, Yosepha Hasnah mendukung pemeliharaan dengan pembagian ruas jalan itu. Dikatakan Yosepha, pembagian ruas jalan ini sudah diterapkan oleh investor di Ketungau yang mencapai 126 km. Jika program ini bisa diterapkan di Sepauk, maka akan sangat efektif. “Setiap perusahaan tahu ruas jalan yang menjadi tanggung jawabnya. Saya minta perusahaan tidak ragu dan khawatir dengan tumpang tindih dengan proyek pemerintah. Ruas jalan di Sepauk Hulu ini panjang sekali, jadi bisa berbagi ruas dalam pemeliharaannya,” kata Yosepha.

Presley Siburian, dari PT Jake Sarana menyetujui pemeliharaan dengan pembagian ruas jalan tersebut. Karena sudah pernah melakukan pemeliharaan. “Bahkan kami hari ini sudah mulai memperbaiki jalan di Bedayan,” katanya. Begitu juga dengan Doni F Turnip dari PT Kalimantan Sawit Plantation. Dia menjelaskan sudaah pernah memperbaiki jalan dengan cara sharing dana bersama PT Kencana Alam Permai saat memperbaiki ruas jalan dari Desa Sekubang menuju Km38.

“Kami belum mulai tanam sawit, tapi kami sudah mulai ikut memelihara jalan di sana. Kami sudah memperbaiki jalan dari Temanang menuju Dusun Mangkak. Kami siap memperbaiki jalan yang

diberikan kepercayaan pada kami,” terang Doni F Turnip.

Sedangkan Sudianto, Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sintang meminta agar dalam merealisasikan CSR, perusahaan harus berkomunikasi dengan masyarakat dan Pemkab Sintang. “Jangan sampai tumpang tindih dengan proyek yang didanai ADD,” katanya. Perusahan, katanya, harus buat plang pengumuman yang besar. Biar masyarakat tahu dan tidak protes pada perusahaan.

 

Komentar