Beranda Kalimantan Barat Kabupaten Sintang Kasus IMS Meningkat, Dewan Sintang Prihatin

Kasus IMS Meningkat, Dewan Sintang Prihatin

71

Sintang, Kalbar – Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Senen Maryono mengaku sangat prihatin dengan meningkatnya kasus Penyakit Menular Seksual (PMS) pada kalangan remaja di Sintang. “Kondisi ini sangat memprihatinkan. Artinya apa? Pergaulan remaja di Sintang sudah terjerumus ke hal negatif,” kata Senen, Sabtu (16/7).

Dia mengatakan, kalau remaja sudah banyak yang terkena kasus PMS, artinya mereka sudah terjerumus ke perilaku seks bebas. “Jelas ini sangat mengkhawatirkan terhadap masa depan mereka,” ujarnya lagi.

Ia pun meminta seluruh orang tua, agar selalu mengawasi pergaulan anaknya, terutama yang menginjak usia remaja. Pasalnya jika orangtua lengah dikhwatirkan pergaulan anak yang tidak terkontrol bisa merusak mereka.

“Orangtua hendaknya selalu mengawasi anaknya. Baik dalam pergaulan maupun dalam memilih pertemanan. Ini untuk menghindari mereka jangan sampai terlibat dalam hal – hal negatif, seperti pergaulan bebas dan penyalahgunaan obat obatan yang dapat merusak, akhlak dan kepribadian mereka,” katanya.

Dikatakan Senen, masalah sosial yang dihadapi anak muda Sintang saat ini menjamurnya tempat hiburan malam.

Tempat hiburan malam dapat membuat generasi muda yang masih memiliki pemikiran labil terjerumus pada pergaulan bebas.

“Saya rasa itu tanggung jawab kita bersama, tidak hanya orangtua melainkan juga pemerintah dan lingkungan masyarakat,” kata Senen.

Dirinya menjelaskan, solusi terbaik untuk mengatasi maraknya tempat hiburan malam yaitu pemerintah mesti segera menyediakan sebuah wadah yang bisa dijadikan tempat anak muda menyalurkan bakat dan kreativitas.

“Daripada membiarkan mereka berkumpul ditempat yang seharusnya bukan tempat mereka, justru akan membuat generasi muda terjerumus pergaulan bebas, minuman keras dan narkotika,” ungkap Senen.

Terpisah, Kepala Puskesmas Sungai Durian, dr Haryono Linoh, mengungkapkan fakta memprihatinkan terkait kasus Infeksi Menular Seksual (IMS) pada kalangan remaja di Sintang. Ia menyebut, kasus IMS pada remaja mengalami peningkatkan pada tahun ini.

“Penyakit menular seksual atau IMS pada remaja ini mulai meningkat dibanding dari tahun-tahun sebelumnya. Peningkatan itu dilihat dari jumlah kunjungan ke Puskesmas Sungai Durian,” ungkap Haryono Linoh.

Dengan adanya kondisi tersebut, Haryono mengingatkan masyarakat, khususnya orang tua, agar hati-hati dengan pergaulan remaja. Karena kasus ini tak hanya dialami pelajar SMA, tapi juga menyasar siswa SMP.

“Jumlah IMS pada pelajar SMA dan SMP hampir sama jumlahnya. Begitu juga persentase IMS menurut jenis kelamin, jumlahnya juga sama. Jadi tidak membedakan jenis kelamin. Tidak membedakan tingkat pendidikan, sama. Justru yang di bawah umur ini yang banyak dibandingkan dengan dewasa,” bebernya.