Sintang, Kalbar – Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Serangas, Anasias Agus Dwi Leksono mengatakan Desa Kenuak menjadi lokus penanganan stunting di wilayah kerja Puskesmas Serangas. “Kami ada program Gerakan Menekan Angka Stunting (Generasi),” kata dia, saat ditemui media ini, Selasa (10/11).
Dia mengatakan, untuk penanganan stunting, yang dilakukan pihaknya adalah pendampingan untuk ibu-ibu yang terdata anaknya mengalami stunting. “Kami mengadakan kelas ibu-ibu untuk mengolah hasil lokal. Misalkan pakis, daun ara, makanan mie. Ini kami lakukan agar ada kesadaran untuk menjaga pola konsumsi anak-anaknya,” kata dia.
Dikatakan dia, penetapan Desa Kenuak menjadi lokus stunting diputuskan langsung oleh pemerintah pusat. “Kami hanya diminta menyiapkan program untuk penanganan stunting tersebut,” katanya.
Dikatakan dia, pihaknya akan terus memberikan pemahaman pada para ibu-ibu yang anaknya stunting, agar memberikan makanan yang bergizi pada anaknya tersebut.
“Mereka pun sangat antusias diberikan pendampingan dari tenaga kesehatan terkait masalah gizi ini. Karena mereka sibuk ke pabrik, jadi pagi-pagi sudah berangkat kerja. Kemudian anaknya makan nasi saja seadanya. Ada juga anaknya dititipkan ke neneknya,” ungkapnya.
Dikatakan dia, pihaknya melakukan formulasi untuk menekan kasus stunting ini. “Kami membuat kelompok ibu yang mempunyai anak balita untuk makan bersama satu kali dalam satu minggu. Mereka kami minta membuat makanan dengan berbahan lokal yang tidak mahal namun memberikan banyak gizi,” katanya.
Masih kata dia, bahan lokal ini tidak lepas dari program 3 K yaitu bahan makanan yang ada kebun, kolam dan kendang.
