Kesehatan jadi Prioritas Utama Pemkab

17

Sintang, Kalbar – Yustinus Jukardi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sintang menyampaikan bahwa pemerintah punya slogan khusus dalam penanganan COVID-19 ini. Yakni kesehatan pulih ekonomi bangkit.

“Artinya kesehatan menjadi utama bukan ekonomi. Maka saya sudah sering mengingatkan agar publikasikan dan komunikasikan kepada masyarakat, jangan di tutup tutupi. Sehingga tidak membuat sesat pikir di masyarakat,” kata Yustinus saat Rapat Koordinasi Satgas COVID-19 Kabupaten Sintang Bidang Komunikasi Publik di Polres Sintang, Kamis 20 Mei 2021

Kemudian, kata Yustinus, untuk menepis kecurigaan masyarakat, Satgas perlu melibatkan tokoh agama untuk memberikan edukasi. “Mengenai kritik oleh mahasiswa dan LSM, merupakan momentum untuk memperbaiki kinerja Satgas,” katanya.
Berkaitan dengan hal pemakaman warga terjangkit COVID-19, ditegaskan Yustinus tidak ada anggarannya. “Biaya hanya ada sampai pemulsaran jenazah,” ucapnya

Yustinus berpesan kepada anggota Satgas khususnya bidang komunikasi publik agar jangan lelah dan bosan untuk melakukan sosialisasi dan mengedukasi masyarakat soal penanganan COVID-19 ini. “Lakukan juga pendekatan persuasif kepada masyarakat. Bidang Komunikasi Publik agar bersinergi dan melakukan jemput bola soal data dan yang lainnya. Saling komunikasi dengan anggota Satgas lain dalam hal data dan informasi,” katanya.

“Soal anggaran, kita belum ada. Kit antigen saja kita belum bisa bayar atau masih hutang. Kita masih fokus pada refocusing anggaran sampai 28 Mei 2021 ini. Kalau tidak selesai refocusing sampai 28 Mei 2021, ASN saja tidak akan mendapatkan gaji,” katanya.

Benny Enos, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan menyampaikan jumlah yang meninggal karena covid-19 di Kabupaten Sintang mencapai 69 orang. “jumlah tenaga kesehatan yang terjangkit virus corona mencapai 166 dan 1 orang diantaranya meninggal,” ucapnya.

Dandim Sintang Letkol Inf Eko Bintara Saktiawan menyampaikan bahwa tidak mempercayai adanya COVID-19 adalah bentuk merendahkan profesi kesehatan dan hasil penelitian para ilmuan.

“Orang yang meninggal karena COVID-19, rata-rata datang ke rumah sakit saat sakitnya sudah parah. Seharusnya ketika ada gejala langsung berobat. Ada yang sudah terinfeksi, namun masih santai di tempat umum. Maka sosialisasi dan publikasi perlu diperkuat lagi,” harap Dandim.