Pelosok Sintang Banyak Belum Terjangkau Sinyal

20

Sintang, Kalbar – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Jeffray Edward meminta pemerintah daerah untuk membangun tower Base Tranceiver Station (BTS) di pelosok-pelosok Kabupaten Sintang yang belum terjangkau oleh sinyal.

“Kami DPRD sangat berharap seluruh wilayah Kabupaten Sintang bisa terjangkau oleh sinyal telekomunikasi,” kata Jeffray, Jumat (8/7).

Dia menilai sinyal telekomunikasi sudah menjadi kebutuhan masyarakat di masa sekarang. Saat ini, masih banyak desa di Kabupaten Sintang, yang belum terakses oleh jaringan telekomunikasi. Diantaranya, desa – desa yang ada di Kecamatan Binjai, Ketungau Hilir, Ketungau Hulu, Ketungau Tengah, Kayan Hilir, Kayan Hulu, Serawai dan Ambalau.

Padahal, lanjut dia, jaringan telekomunikasi sudah menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Jadi sudah sepantasnya, warga yang tinggal di daerah pedalaman dapat menikmati akses jaringan seluler ini.

“Saya berharap ada pemerataan pembangunan tower jaringan telekomunikasi. Jadi seluruh wilayah di Kabupaten Sintang dapat terakses jaringan telekomunikasi. Bukan hanya masyarakat di perkotaan saja yang menikmatinya,” katanya.

Mewakili Bupati Sintang, Staf Ahli Bidang Perekonomian Pembangunan dan Keuangan, Selimin mengatakan, Pemkab Sintang telah melakukan pemetaan wilayah-wilayah yang belum terjangkau jaringan telekomunikasi. Dikatakan dia, saat ini masih terdapat 219 desa yang belum terjangkau sinyal, atau sekitar 56,01 persen dari jumlah desa di Kabupaten Sintang.

“Pemkab Sintang juga sedang mengawal pembangunan BTS 4G dari Badan Aksebilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia,” katanya.

Dia menyampaikan, di Kabupaten Sintang pada tahun 2016 – 2020 telah dibangun 44 BTS, tahun 2021 dibangun 34 BTS dan tahun 2022 direncanakan akan dibangun sebanyak 129 BTS di 14 kecamatan.

“Diharapkan dengan pembangunan BTS ini, akan dapat meningkatkan jangkauan jaringan telekomunikasi di Kabupaten Sintang,” harapnya.

Pemkab Sintang juga mendorong penyediaan layanan (provider) swasta untuk ikut serta membangun menara yang dapat meningkatkan jangkauan jaringan telekomunikasi. Sampai saat ini jumlahnya sudah mencapai 130 menara milik swasta,” katanya.