Pemkab Sanggau Tiadakan Perayaan Cap Go Meh

70

Sanggau, Kalbar – Perayaan Cap Go Meh yang biasanya digelar meriah di Kota Sanggau berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah Kabupaten Sanggau memutuskan meniadakan acara perayaan Cap Go Meh Tahun 2022 demi mencegah peningkatan risiko penularan Covid-19.

Kegiatan Ritual adat Cap Go Meh dihadiri oleh Bupati Sanggau, Paolus Hadi dan didampingi oleh Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot, Forkopimda, perwakilan dari paguyuban yang ada di Kabupaten Sanggau. Kegiatan berlangsung di Komplek Kelenteng Tri Daharma atau Pekong Sanggau, Selasa, (15/2).

Bupati Sanggau, Paolus Hadi mengatakan, hari ini sejarah kembali yakni agenda Pemerintah Kabupaten Sanggau, tentunya bersama masyarakat Tionghoa merayakan ritual adat Cap Go Meh tahun 2022. Cap Go Meh ini sudah menjadi agenda rutin Pemerintah Kabupaten Sanggau untuk dirayakan.

“Dua tahun terakhir ini, kita hanya fokus melaksanakan ritual untuk terus mendoakan hal-hal yang berkaitan dengan masalah, penyakit dan segala macam yang ada terjadi pada hari ini, artinya untuk membersihkan Kota Sanggau dari hal tersebut. Dan Puji Tuhan berjalan dengan lancar ritual adatnya, walaupun kita dalam kondisi Covid-19 ini, sehingga kita tetap selalu patuh dengan protokol Kesehatan,” ujarnya.

Ia  juga sampaikan, rasa syukurnya pada kegiatan hari ini yang dapat menunjukkan kebudayaan tionghoa. “Tentu kita merasa bersyukur bahwa acara Ritual Adat Cap Go Meh hari ini berjalan dengan sukses dan tentunya harapan kami sebagai pemerintah daerah, agar kedepannya semakin lebih baik lagi. Dengan adanya acara ini dimana kita bisa menunjukkan ciri khas kebudayaan Tionghoa. Tapi hari ini kita belum bisa melaksanakannya secara total,” ucapnya.

Tak hanya itu, dia juga berpesan kepada masyarakat Tionghoa secara khususnya, tetap semangat, jadilah pelangi sebagaimana tema dalam ritual ini. “Pertahankan budayamu, lestarikan budayamu untuk Indonesia dan secara khusus Kabupaten Sanggau,”ungkap paolus

Ketua MABT Kabupaten Sanggau, Aldy Hermawan mengatakan,  bahwa tujuan dari kegiatan Cap Go Meh ini merupakan rangkaian penutupan Tahun Baru Imlek sampai Cap Go Meh dan hari ini penutupannya. “Jadi hari merupakan penutupan Hari Raya Imlek bagi masyarakat Tionghoa, dan kembali beraktifitas seperti biasa. Perayaan Cap Go Meh ini, kita lakukan secara ritual saja, yang penting nilai dan bermakna bagi masyarakat,” ucapnya. Aldy juga berharap dengan melakukan ritual Cap Go Meh ini, semoga pandemi Covid-19 cepat selesai. “Apalagi kita mendengar bahwa Covid-19 Varian Omicron sudah mulai masuk, sehingga kami masyarakat Tionghoa melakukan ritual seperti bakar mercon, Barongsai dan itu tujuannya untuk mengusir sesuatu yang bersifat negatif atau yang jahat dari Kabupaten Sanggau ini,” tutupnya.