Pemkab Sintang Harapkan SLI BMKG Berperan Tingkatkan Produktivitas Pertanian

49

Sintang, Kalbar – Bupati Sintang Jarot Winarno diwakili Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, membuka kegiatan Sekolah Lapang Iklim (SLI) operasional BMKG di Rumah Kopi Kecamatan Kelam Permai, Selasa 25 Mei 2021. Yustinus mengatakan, kegiatan SLI yang pertama kali di Kabupaten Sintang ini diharapkan mampu menyemangati serta menunjukan antusiasme para petani. Mengingat tujuanya adalah pembinaan masyarakat agar lebih tanggap. Dan, menerapkan siklus iklim untuk meningkatkan kualitas serta kuantitas hasil pertanian nya.

Ia mengatakan, secara nasional bidang pertanian merupakan sektor penting bagi Indonesia yang dikenal sebagai negara agraris. Setiap daerah di Idonesia memiliki potensi pertanian masing masing. Setiap wilayah memiliki potensi komoditi yang sesuai dengan kondisi geografisnya.

“Tidak kalah penting Kabupaten Sintang ini memiliki potensi besar dibidang pertanian dan perkebunan. Seperti kita tahu, dengan wilayah Kabupaten Sintang yang masih luas, lahan untuk dijadikan bebagai macam jenis komoditi pertanian dan perkebunan sangat terbuka. Dengan ini, kita harapkan Kabupaten Sintang memiliki kemajuan multi sektoral salah satunya bidang pertanian,” jelasnya.

Yustinus berpesan pada peserta agar memanfaatkan SLI BMKG dengan baik. Bertanyalah lebih banyak sampai benar-benar paham. Mengingat, yang hadir benar benar paham di bidangnya. “Kesempatan ini sangat berharga bagi kita sebagai petani. Khusunya petani yang bergerak di lahan persawahan,” kata Yustinus.

Kepala BMKG, Dwikortika melalui daring menyampaikan, kegiatan SLI semogga mampu menguatkan pertanian di tengah pandemi. Mengingat perubahan iklim tidak bisa diprediksi dan cenderung berdampak menganggu musim bertani. “Hal ini yang menjadi alarm buat kita semua dan harus kita perhitungkan dengan tepat. Supaya tanaman yang kita siapkan tidak gagal. Ini yang harus kita ubah polanya, penerapan pertanian dengan memperkirakan siklus iklim di wilayah kita. Salah satunya dengan membekali para petani dengan pelatihan sekolah lapang iklim (SLI) ini,” ucapnya.