Penyakit ISPA Merebak di Wilayah Puskesmas Merakai

Sintang, Kalbar – Ricky Natanil Sucipta, Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Merakai mengatakan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit yang paling banyak dialami masyarakat di wilayah kerjanya.

ISPA adalah infeksi yang terjadi di saluran pernapasan, baik saluran pernapasan atas maupun bawah. Infeksi ini dapat menimbulkan gejala batuk, pilek, dan demam. ISPA sangat mudah menular dan dapat dialami oleh siapa saja, terutama anak-anak dan lansia.

ISPA menimbulkan peradangan di saluran pernapasan, mulai dari hidung hingga paru-paru. Pada sebagian besar kasus, ISPA disebabkan oleh virus dan dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus.

“Kalau untuk 2022 ini, penyakit ISPA yang paling banyak. Jumlahnya ada 900 kasus,” katanya, ditemui media ini, Kamis (24/11).

Dikatakan dia, penyebab jumlah kasus ISPA meningkat karena perubahan iklim. Apalagi saat ini musim hujan.

Masih kata Ricky, selain ISPA, penyakit yang mendominasi di wilayah Puskesmas Merakai yaitu rematik dan asam urat. “Untuk hipertensi dan TBC masih rendah jumlah kasusnya,” kata dia.

Sementara untuk kasus Infeksi Menular Seksual (IMS), kata dia, terdapat 2 kasus. Sedangkan tahun 2021 sebanyak 4 kasus. Pasiennya rata-rata remaja yang merupakan anak putus sekolah. “Kami masih terus melakukan pelacakan untuk kasus IMS ini. Kami juga melakukan edukasi ke setiap sekolah, kemudian ke desa-desa kita sosialisasikan. Karena kita juga dibantu oleh tenaga nakes yang ada di pustu dan polindes. Kita edukasi kepada masyarakat, terkait dengan masalah IMS ini,” katanya.

SebelumnyaDinkes Raih Nilai Tertinggi SAKIP 2021
SelanjutnyaMasjid AL-Muhajirin Diresmikan