Sintang, Kalbar – Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Emparu, Donatus Leo mengatakan, pihaknya sedang fokus pada program mendorong desa agar segera Open Defecation Free (ODF) atau Setop Buang Air Besar Sembarangan. “Dari 11 desa di wilayah kerja Puskesmas Emparu, ada tiga desa yang sudah ODF,” kata dia, diwawancarai media ini, Selasa (19/11).
Dia mengungkapkan, tiga desa yang telah ODF, yakni Manaong Baru, Emparu Baru dan Desa Umin Jaya. Ketiga desa tersebut sudah deklarasi ODF. Untuk Desa Manaong Baru deklarasi ODF pada tahun 2019, Umin Jaya pada tahun 2021 dan Emparu Baru di awal tahun 2022. Masih kata dia, sampai akhir tahun ini, ada dua desa yang sudah siap deklarasi ODF. “Sebenarnya dua desa ini sudah PD untuk deklarasi ODF. Hanya kembali lagi pada pendanaan di akhir tahun. Jadi mereka belum bisa memastikannya lagi,” katanya.
Dikatakan Donatus, baru -baru ini, Desa Merimpit Baru juga sudah verifikasi ODF. Sedangkan untuk Desa Samak, juga akan menuju verifikasi ODF. “Kami berupaya dalam program desa ODF ini, bukan hanya kami yang bergerak, tapi masyarakat juga bergerak. Jadi kualitas ODF ini, benar-benar ODF, tidak disetting-setting,” katanya.
Untuk Desa Merimpit Baru sudah verifikasi di awal Agustus. “Insya Allah akhir bulan ini kami verifikasi untuk persiapan deklarasi,” katanya.
Dengan bertambahnya dua desa yang siap deklarasi ODF, maka desa di wilayah Puskesmas Emparu yang sudah deklarasi ODF menjadi 5 desa. Sisa desa yang belum ODF akan dikejar di tahun 2023. “Kami akan lihat dulu. Kami akan lakukan pemicuan terlebih dahulu. Karena ODF dan stunting adalah program nasional. Maka kami akan terus mendorong desa agar segera ODF,” katanya. Masih kata Donatus, pihaknya sudah bekerja sama dengan camat untuk melakukan pemicuan seluruh desa untuk ODF. Memang program ODF dan stunting menjadi prioritas,” katanya.
