Sintang, Kalbar – Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Merakai masih kekurangan tenaga kesehatan. Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Merakai Ricky Natanil Sucipta menyampaikan hal ini pada awak media, Sabtu (5/11).
Dia mengatakan, standar untuk setiap desa harus ada 1 bidan kemudian 1 perawat. Itu standar harus ada dua orang, tapi sekarang ada yang ada hanya satu bidan atau hanya satu perawat.
Dia mengatakan, jumlah tenaga kesehatan Puskesmas Merakai sebanyak 103 orang. “Jumlah ini masih kurang, karena memang di lapangan masih banyak yang kurang,” kata dia.
Untuk wilayah Puskesmas Merakai masih kekurangan bidan. “Kami kekurangan sekitar 8 orang bidan,” kata dia.
Kekurangan tenaga bidan ini, lanjut dia, karena di tahun 2022, banyak tenaga bidan honor daerah di Puskesmas Merakai yang sudah lulus ASN, kemudian P3K. Jadi mereka pindah tugas. “Ada juga yang berhenti ikut suaminya bekerja ke luar daerah,” bebernya.
Masih kata dia, dokter umum dibutuhkan dua orang. Karena jika dokternya ada pelatihan atau tugas lain, maka tidak ada dokter di Puskesmas Merakai.
Dikatakan dia, rata-rata tenaga kesehatan di Puskesmas Merakai merupakan tenaga honorer. Termasuk dokter. Untuk tenaga dokter, kata dia, Puskesmas Merakai juga masih kekurangan. “Kurang satu dokter umum. Dokter umum kami hanya satu orang. Harusnya ada dua,” katanya.
“Bidan dengan dokter yang masih kurang karena standar dokter dua orang,” ungkapnya.
