Sekda Melawi Buka Kegiatan Seminar Kefarmasian

96

Melawi, Kalbar – Sekretaris Daerah Kabupaten Melawi, Paulus, mewakili Bupati Melawi membuka secara resmi kegiatan seminar dan workshop kefarmasian yang diselenggarakan oleh Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Kabupaten Melawi, di Aula Kantor Bupati Melawi, Sabtu (14/5).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Melawi, Pengurus PAFI Kalimantan Barat, PAFI Kabupaten Melawi, Organisasi Kesehatan di Kabupaten Melawi, para pemilik sarana toko obat di Kabupaten Melawi.

Ketua Panitia Seminar Dan Workshop Kewenangan Tenaga Teknis Kefarmasian (TTL) di bidang kefarmasian pada pelaporan Simona, Tuti menyampaikan, kegiatan ini digelar dengan tujuan menjamin kesesuaian regulasi dengan praktik pekerjaan kefarmasian di Fasyankes khususnya toko obat, meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian, juga meningkatkan akses ketersediaan, keterjangkauan pelayanan farmasi yang bermutu.

“Menjamin keamanan pasien serta memudahkan Dinas Kesehatan melakukan monitoring terhadap fasilitas pelayanan kefarmasian yang ada di wilayah kerja melalui aplikasi SIMONA,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan,  jumlah fasilitas kefarmasian yakni toko obat yang ada di kabupaten Melawi sebanyak 15 sarana, sedangkan jumlah tenaga teknis kefarmasian baik ASN, TKD, maupun bekerja swasta sebanyak 51 orang. “Seminar ini menghadirkan Ketua PD PAFI Provinsi Kalbar serta DPMPTSP Melawi,” tuturnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Melawi, Paulus menyampaikan, dalam menjalankan pemerintahan di Kabupaten Melawi untuk lima tahun ke depan, Pemerintah Daerah berkomitmen untuk mewujudkan misi pembangunan diantaranya meningkatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat.

“Oleh karena itu, saya sangat mengapresiasi bapak/ibu para pengurus PAFI Kabupaten Melawi yang telah berusaha melaksanakan kegiatan workshop kefarmasian ini. Semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ungkapnya.

Menurutnya, penggunaan sistem aplikasi SIMONA yang ada di sarana fasilitas kefarmasian memiliki fungsi dan manfaat penting dalam kemudahan dalam melaksanakan monitoring dan evaluasi serta pembinaan kepada setiap sarana kefarmasian maupun toko obat yang ada di Kabupaten Melawi.

“Kegiatan ini sangat bermafaat karena dapat memberikan bekal kepada tenaga kesehatan dan Pemkab Melawi dalam menyediakan akses data yang akurat dan akuntabel terkait dengan perizinan pada fasilitas pelayanan kefarmasian di Kabupaten Melawi. Oleh karena itu, para peserta diharapkan dapat mengikutinya dengan serius,” jelasnya.