Sektor Pertanian Tahan Diterpa Pandemi Covid 19

37

Sintang, Kalbar – Yustinus J, Asisten Ekbang Setda Kabupaten Sintang mengatakan, SLI Operasional bertujuan untuk membantu petani dalam menjaga produktivitas pertanian di tengah meningkatnya potensi cuaca ekstrem.
“SLI ini untuk pemahaman cuaca dan iklim, sehingga petani dapat menyusun strategi dan perencanaan tanam, agar tidak mengalami gagal panen yang berujung kerugian bagi petani,” ungkap Yustinus J.Demikian disampaikan Yustinus saat menghadiri penutupan Sekolah Lapang Iklim (SLI) BMKG di Kebong, Rabu (1/9).

Bupati Sintang yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Yustinus J, mengatakan, dengan terlaksananya SLI Operasional, tentu akan menambah wawasan pengetahuan bagi petani dalam mencari rujukan tentang cuaca dan iklim untuk usaha taninya. Selain faktor produksi seperti pupuk dan benih. “Kami berharap pada para petani agar bisa menyebarluaskan ilmu yang didapatkan di sli kepada teman-teman yang lain dan dapat diamalkan dengan baik,” tambah Yustinus J.

Pemerintah Kabupaten Sintang, sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berterima kasih sudah mendampingi, membimbing dan memberdayakan petani di Kelam Permai.
“Kami mengharapkan seluruh penyuluh pertanian yang telah mengikuti kegiatan ini dapat menjadi agen iklim dari BMKG di masyarakat terkhusus para petani,” kata yustinus.

Sonya Puspasari, Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang menyampaikan program dari Kementerian Pertanian dan Perkebunan pada tahun ini memfokuskan tentang peningkatan prodiktivitas pertanian untuk mendukung keberlangsungan pada masa-masa sulit, seperti pada saat masa pademi Covid 19.
“Pertanian adalah sektor yang bertahan pada masa pandemi, salah satu hal yang menunjang produktivitas pertanian ialah peningkatan kapasitas serta keterampilan dari petani sebagai pelaku utama. Karena itu kita juga harus melihat dengan baik semua sarana serta prasarana yang diperlukan agar dapat menunjang kegiatan dengan baik,” jelas Sonya Puspasari.

Sementara Luhur Tri Uji Prayitno, Kepala Stasiun Klimatologi Mempawah menyatakan kegiatan yang diikuti oleh peserta sebanyak 25 orang tersebut, beserta tim BMKG tetap melaksanakan kegiatan dengan melakukan protokol kesehatan dengan baik dan dalam keadaan sehat wa’ alfiat.
”Harapan saya, semoga teman-teman petani sekalian dapat menyerap materi yang telah diberikan oleh tim BMKG agar kedepannya dapat menjadi teladan untuk teman-teman petani lainnya, yang belum dapat bergabung pada kesempatan kali ini,” katanya.