Stok Oksigen di Sanggau Kurang

14

Sanggau, Kalbar – Wakil Bupati Sanggau Yohanes Ontot mengikuti pertemuan rapat terkait penanganan Pandemi Covid-19 secara virtual yang dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan dihadiri oleh para menteri dan gubernur, walikota, bupati serta instansi terkait lainnya. Kegiatan Vidcon tersebut dilaksanakan di Ruang VVIP, Kantor Bupati Sanggau, Senin (19/7).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Plh Sekda Kabupaten Sanggau Burhanuddin, Kepala BPBD Kabupaten Sanggau Siron, Kepala Sat Pol PP Kabupaten Sanggau Victorianus, Plt Kepala Dinkes Kabupaten Sanggau Ginting.
Usai mengikuti kegiatan, Wakil Bupati Sanggau Yohanes Ontot mengatakan, sedikitnya di tiap puskesmas dibutuhkan minimal 10 tabung oksigen dan perlunya ketersediaan tangki oksigen yang portable dan stok tabung oksigen guna mempermudah suplai oksigen ke tiap rumah sakit yang ada di wilayah sanggau.

“Di Kecamatan kita membutuhkan minimal 10 tabung oksigen per puskesmas, selama ini stok yang tersedia hanya sekitar 4 tabung oksigen”, tutur Yohanes Ontot.
Menurutnya, harus ada semacam tangki oksigen yang mobile dengan tabung yang tersedia pula, sehingga dapat menjadi stok apabila dibutuhkan sewaktu-waktu oleh rumah sakit atau puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Sanggau.

Wabup juga menjelaskan kondisi ketersediaan oksigen saat ini setelah dilakukan perhitungan untuk wilayah Sanggau, maka ketersediaan oksigen diperkirakan hanya akan cukup sampai besok hari.
“Saat ini saja kita hitung ketersediaan stok oksigen kita hanya sampai besok, tadi informasinya diisi oleh penyedia agen oksigen hanya sekitar 150 tabung sehingga persoalan-persoalan seperti ini harus kita antisipasi secepatnya kalau tidak kita akan kelabakan,” ujarnya.

Dalam instruksinya Presiden RI menyampaikan agar daerah yang penularan Covid-19 masih rendah agar segera mengambil tindakan-tindakan pencegahan agar penyebaran dapat dikendalikan.
“Saya banyak lihat daerah yang masih jauh dari ibukota data kasus penularan Covid-19 cenderung belum tinggi sehingga segera ditangani agar penyebaran dapat segera dikendalikan,” tutur Jokowi.
Kemudian terkait masalah stok ketersediaan oksigen Presiden Jokowi mengimbau kepada daerah, agar memperingatkan rumah sakit untuk berkoordinasi dengan pemerintah sehingga dapat memastikan ketersediaan oksigen sesuai dengan kebutuhan.

“Agar kepala daerah (gubernur/bupati/walikota) memberitau rumah sakit, kan mereka bisa mengkalkulasi, bisa berhitung kapan oksigen itu akan habis sehingga sebelum stok habis seminggu atau dua minggu sebelumnya maka dapat segera men-suplay menghubungi agen-agen yang ada sehingga oksigen ini selalu tersedia,” pesannya.
Selanjutnya terkait masalah vaksinasi Jokowi mengatakan, vaksin yang tersedia saat ini tidak cukup karena Indonesia memang belum dapat memproduksi vaksin sendiri dan sekarang ini Indonesia baru dapat memvaksin 9,6 persen dari total penduduk yang harusnya dapat divaksin.

“Saat ini memang seluruh provinsi, daerah kota dan Kabupaten memang antusias melaksanakan vaksin, tapi saat ini Indonesia baru dapat melakukan vaksin sebesar 9,6 persen kepada penduduk yang harusnya dapat divaksin maka dari itu bulan Agustus mendatang kita akan melaksanakan vaksin dengan target setidaknya 2 juta vaksin perhari,” ujar Jokowi.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Sanggau Ginting menjelaskan, saat ini kebutuhan oksigen meningkat dan sudah ada satgas oksigen yang akan berkoordinasi dengan penyedia guna memasok kebutuhan oksigen di wilayah Sanggau.
“Ketersediaan oksigen saat ini merupakan masalah yang dihadapi oleh hampir semua rumah sakit yang ada di daerah. Karena kebutuhannya meningkat, maka sebetulnya sudah ada tim satgas oksigen dimana setiap hari kita akan berkoordinasi dengan penyedia agar terus mendapatkan pasokan oksigen untuk memenuhi kebutuhan yang ada di wilayah Kabupaten Sanggau,” tutur Ginting.