Sintang, Kalbar – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan menabuh tar untuk menutup MTQ ke 29 tingkat Provinsi Kalbar di Kabupaten Sintang, pada Jumat (17/12). Pada penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXIX tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Sintang sukses menjadi tuan rumah. Sementara kafilah utusan Sintang berhasil masuk dalam lima besar, menempati peringkat ke 4 dari 14 kabupaten kota se-Kalimantan Barat.
MTQ tingkat Provinsi Kalbar di Sintang dibuka dengan pertunjukan tarian kolosal spektakuler. Memukau ribuan mata menyaksikan Penampilan Tarian Kolosal Gema Senandung Kitabullah yang dibawakan oleh 250 penari. Tarian semakin memukau karena dibalut dengan multimedia, musik dan pencahayaan berdurasi 36 menit.

MTQ Kalbar di Sintang, semakin berkesan saat ditutup dengan pertunjukan Tari Terempoh. 150 penari menari tarian Melayu dengan properti tikar dan manggar sebagai simbol budaya silaturahmi di Bumi Senentang. Tarian ini menggambarkan kehidupan saling berbagi antar sesama. Sesuai dengan tema tarian, closing ceremony diakhiri dengan sebuah lagu berjudul Terempoh, karya Abdu Fatah Hudari pada Jumat (17/12).
Kerja keras panitia terbayar tuntas saat kafilah dari 14 kabupaten kota se-Kalbar merasa aman dan nyaman selama mengikuti perlombaan, baik dari segi transportasi, akomodasi, konsumsi, perlengkapan sampai dengan kesehatan. Kabupaten Sintang membuktikan diri mampu menjadi tuan rumah yang baik selama MTQ tingkat Provinsi Kalbar.
Bupati Sintang, Jarot Winarno menyampaikan selaku tuan rumah, memohon maaf jika ada pelayanan yang kurang berkenan selama MusabaqahTilawatil Quran (MTQ) Ke XXIX Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Sintang.

“Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada dewan hakim yang telah menjamin pelaksanaan MTQ transparan, adil dan berkualitas,” katanya.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan menyampaikan apresiasi setinggi tingginya kepada para panitia, dewan hakim, pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sintang, serta semua pihak yang mendukung MTQ sehingga berjalan lancar sukses dari awal sampai penutupan.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mempelajari, memahami dan mencintai kitab suci Al-Quran. Hari penutupan ini merupakan momentum bagi kita untuk saling menghilangkan aroma persaingan dan kembali kepada jati diri kita, sebagai insan qurani yang sangat menjunjung tinggi ukhuwah dan persaudaraan,” kata Norsan.
