Sintang, Kalbar – Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Sintang sampai Oktober 2022, sebanyak 8 kasus. Demikian disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Bennie Enos, pada wartawan media ini, Rabu (2/11).
Dikatakan Bennie, angka kematian ibu dari tahun 2017 sampai tahun 2021 sebanyak 23 kasus. 7 kasus diantaranya diakibatkan karena covid 19. Untuk menekan angka kematian ibu dan anak, Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, pada bidang kesehatan masyarakat memiliki program kesehatan ibu dan anak.
“Upaya penurunan angka kematian ibu dan anak, kami memiliki program pendampingan para ibu – ibu hamil yang memiliki resiko tinggi,” katanya.
Dikatakan Bennie, para bumil diminta selalu memperhatikan faktor – faktor resiko tinggi pada dirinya. Dalam menekan angka kematian ibu ini, lanjut Bennie, pihaknya bekerja sama dengan aparat desa untuk memantau kesehatan ibu hamil.
“Kami selalu mengingatkan aparat desa agar segera membawa bumil yang beresiko tinggi untuk melahirkan ke rumah sakit. Peran kepala desa dan camat sangat besar dalam mensukseskan program kesehatan ibu dan anak. Terutama menekan angka kematian ibu dan anak,” kata dia.
Dikatakan dia, Kabupaten Sintang terpilih dari 200 kabupaten kota se Indonesia untuk menjadi lokasi khusus penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi tahun 2021. Dari 200 kabupaten kota tersebut, di Kalimantan Barat ada 8 kabupaten yang dipilih, salah satunya Kabupaten Sintang.
“Mengapa Kabupaten Sintang terpilih, karena terjadi tren peningkatan angka kematian ibu dan bayi sejak 2017 hingga 2020,” katanya.
Ia mengatakan, tahun 2017 angka kematian ibu mencapai 11 kasus, 2018 terjadi 11 kasus, 2019 terjadi 15 kasus dan pada tahun 2020 sampai November 2020 sudah mencapai 16 kasus kematian ibu. “Ini menjadi angka tertinggi se-Kalbar,” katanya.
Pada tahun 2024 Indonesia menargetkan angka kematian ibu paling tidak 186 perseratus ribu kelahiran. Karena berdasarkan data yang ada, pada tahun 2015, angka kematian ibu mencapai 305 perseratus ribu kelahiran. “Itulah dasarnya mengapa Sintang menjadi lokasi khusus penurunan AKI dan AKB,” kata dia.
