Tercatat 31 Kasus IMS di Puskesmas Kebong

Sintang, Kalbar – Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Kebong, Roy Martadi Nurmansyah mengatakan jumlah kasus Infeksi Menular Seksual (IMS) yang terdata di wilayah kerja Puskesmas Kebong cukup tinggi. “Pasien IMS ada 30 kasus,” katanya, ditemui media ini, Senin (1/11).

Dikatakan dia, tahun lalu, tercatat ada 47 kasus IMS di Puskesmas Kebong. Ia mengungkapkan, rata-rata penderita IMS adalah para remaja. Mereka rata-rata masih sekolah di tingkat SMP dan SMA.

“Makanya kami mencoba untuk edukasi ke sekolah-sekolah. Jadi kalau kasus IMS ini, mereka para penderita banyak yang malu untuk ke puskesmas. Jika sudah keluhan susah kencing dan merasakan sakit lainnya, baru mereka datang memeriksakan dirinya,” ungkap dia.

 Roy Martadi mengatakan, pihaknya juga mencoba menggalakkan sosialisasi penyebaran IMS ini di posyandu remaja, kemudiam ke sekolah-sekolah melalui UKS. Supaya mereka untuk berkomunikasi dan konsultasi lebih merasa nyaman dan lebih privasi.

“Dari 31 kasus ini, penderitanya rata – rata SMA dan remaja putus sekolah,” kata dia.

Kemudian, lanjut dia, penderita IMS terbanyak dialami perempuan dengan persantes 70 persen perempuan dan 30 persen laki-laki. Dia mengungkapkan, berdasarkan keterangan dari pasien, mereka mengalami IMS karena melakukan hubungan seks bebas.

Dikatakannya, penyebab banyaknya kasus IMS di Puskesmas Kebong karena memang Kecamatan Kelam Permai merupakan kecamatan yang paling dekat dari Kota Sintang. “Akses jalannyajuga mudah. Kemudian menjadi tempat strategis persinggahan dari Kapuas Hulu dan desa terdekat,” katanya.

Masih kata, pihaknya untuk akhir tahun ini mencoba mengaktifkan posyandu remaja, kemudian edukasi ke sekolah-sekolah. “Kemungkinan tahun 2023 akan kami gempur di situ. “Tahun ini, kami keterbatasan waktu dan anggaran. Tapi yang penting kami sudah dapatkan data dulu. Saya yakin jumlah kasus IMS ini besar. Seperti fenomena gunung es,” katanya.

SebelumnyaPemkab Serahkan SP Pemilik Ruko yang Belum Bongkar Kanopi
SelanjutnyaPembangunan SDM Dimulai dalam Kandungan