Usaha Kuliner Jadi Peluang Bisnis di Pontianak

27

Pontianak, Kalbar – Pertumbuhan ekonomi di Kota Pontianak mulai menggeliat dengan menjamurnya usaha-usaha kuliner. Kehadiran berbagai jenis usaha kuliner memberikan banyak pilihan bagi masyarakat penikmat kuliner. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyebutkan dalam membuka Focus Group Discussion (FGD) Asumsi Kerangka Ekonomi Makro Kota Pontianak di Aula Abdul Muis Muin Kantor Bappeda Kota Pontianak, Rabu, (16/2).

Edi kamtono mengatakan, saat ini usaha kuliner menjadi peluang bisnis yang menjanjikan karena banyaknya penikmat kuliner, baik dari warga lokal maupun pendatang dari luar yang berkunjung ke Pontianak. “Kalau saya melihat tempat usaha yang lagi digandrungi masyarakat adalah usaha kuliner,” ujarnya.

Meski di tahun ini Kota Pontianak masih dibayang-bayangi ancaman munculnya gelombang ketiga dengan mulai merebaknya varian Omicron, namun Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak terus berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi agar tetap bergerak. Untuk itu pihaknya gencar melaksanakan program vaksinasi dengan harapan pertumbuhan ekonomi Kota Pontianak dapat pulih kembali di tahun 2022 ini.

“Oleh sebab itu, protokol kesehatan harus tetap dijalankan secara konsisten, dengan menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas,” ungkapnya.

Edi juga mengatakan, pertumbuhan ekonomi Kota Pontianak pada tahun 2020 lalu memang mengalami kontraksi yang cukup dalam hingga -3,97 persen. Angka ini masih lebih rendah jika dibandingkan dengan capaian Provinsi Kalbar dan Nasional yakni -1,82 persen dan -2,07 persen. Untuk itu, berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemkot Pontianak dalam upaya pencegahan Covid-19 diharapkan mampu mendongkrak performa perekonomian Kota Pontianak pada tahun 2021 kemarin.

“Hingga saat ini kita masih menunggu data pertumbuhan ekonomi tahun 2021 yang belum dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pontianak,” ungkapnya.

Diakuinya, sektor perdagangan sedikit banyak dipengaruhi oleh kondisi perekonomian di Kalbar, sebut saja kenaikan harga Crude Palm Oil (CPO). Tingkat kunjungan di Kota Pontianak, baik hotel, restoran dan tempat-tempat rekreasi, tidak sedikit disumbang dari warga kabupaten/kota di Provinsi Kalbar maupun luar Kalbar. Dengan meningkatnya jumlah kunjungan ke Kota Pontianak ini, diharapkan mampu mendongkrak pendapatan daerah sehingga memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi di kota ini.

“Kita berharap pola konsumtif pengunjung yang datang ke Pontianak bisa memberikan kontribusi bagi perekonomian di Pontianak,” pungkasnya.