Yohanes Ontot Resmi Buka Sosialisasi dan Evaluasi Dapodikdasman

130

Sanggau, Kalbar –  Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot resmi membuka kegiatan Sosialisasi dan Evaluasi Dapodikdasman dan DapodikPAUDNI tahun 2022 dari sub Rayon 2 SMP Kabupaten Sanggau, bertempat di Aula SMP Negeri 2 Sanggau, Rabu, (9/3).

Data pokok pendidikan atau Dapodik adalah suatu sistem pendataan skala nasional yang terpadu, merupakan suatu sistem pendataan yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi yang memuat data satuan pendidikan peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan dan substansi pendidikan yang datanya bersumber dari satuan pendidikan yang terus-menerus diperbaharui secara online dikelola secara mandiri oleh satuan pendidikan.

Dapodik merupakan sumber data utama pendidikan nasional sebagai bagian dari program perencanaan pendidikan nasional dalam mewujudkan insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau, Sudarsono meminta, kepada seluruh peserta sosialisasi untuk bisa mengikuti sosialisasi ini dengan baik.

“Hari ini nanti akan dipraktekan oleh tim dapodik dari kabupaten bagaimana mengisi data dapodik yang benar, sehingga nanti tidak ada kekeliruan lagi dari sekolah kita sendiri. Pengisian data ini sangat penting, karena data ini akan berguna untuk kami kedepan sebagai salah satu bahan untuk proses perencanaan pembangunan bidang pendidikan dan kebudayaan,” ujarnya.

Ia berpesan, Kepada  Bapak/Ibu nanti ikuti dengan baik apa yang disampaikan oleh tim dapodik kabupaten, karena semua sekolah sudah menggunakan data dapodik, mulai dari PAUD, SD, SMP dan SMA. “Maka dari itu data ini sangat penting, terutama untuk sekolah Bapak/Ibu,” ucapnya.

Yohanes Ontot berharap, kepada peserta sosialisasi dapat memahami bagaimana mengelola Dapodik, terutama bagaiman menginputnya.

“Saya harap Bapak/Ibu semua setelah mengikuti kegiatan sosialisasi ini paham betul dengan apa yang sudah di sampaikan tim Dapodik ini, bagaimana teknik menginputnya dengan aplikasi, kemudian data yang di isi itu sesuai dengan kondisi sekarang, misalnya seperti bangunan kondisi baik, rusak ringan, rusak berat dan sebagainya,” tutupnya.