Sintang, Kalbar – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh mengatakan, Kabupaten Sintang masih kekurangan 14 dokter umum. “Selain kekurangan dokter spesialis, dokter umum saja kita kurang,” kata Sinto, saat ditemui wartawan baru – baru ini.
Dikatakan Sinto, Kabupaten Sintang telah kehilangan 14 dokter umum karena para dokter tersebut telah diterima menjadi CPNS di kabupaten lain pada tahun 2021 lalu. Mereka ada yang diterima CPNS di Kabupaten Melawi, Sekadau, Kapuas Hulu dan Singkawang. Sementara Kabupaten Sintang mendapatkan kuota CPNS untuk formasi dokter tidak sampai 10 orang.
“Dinkes sudah mengajukan kuota kebutuhan dokter untuk pengangkatan CPNS ke BKPSDM. Kemudian BKPSD sudah mengajukan ke BKN. Tapi BKN memberikan kuota formasi dokter dalam pengangkatan CPNS 2021 tidak sampai 10 orang,” kata Sinto, Senin (30/10).
Dia mencontohkan, di Rumah Sakit Pratama Serawai kekurangan satu orang dokter umum. Kemudian di Puskesmas Merakai tidak memiliki dokter umum. Hanya kepala puskesmasnya saja yang dokter umum. Sedangkan dokter umum fungsionalnya tidak ada. Begitu juga dengan Puskesmas Sungai Durian yang kekurangan 6 dokter umum.
Sementara itu, lanjut Sinto, untuk dokter spesialis, Kabupaten Sintang masih membutuhkan dokter spesialis bedah tulang, tapi ada satu dokter spesialis bedah tulang yang sedang tugas belajar dari Pemda Sintang. “Mudah-mudahan bisa selesai dalam waktu dua sampai tiga tahun lagi,” kata dia.
Kabupaten Sintang juga kekurangan dokter spesialis Rehabilitasi Medik, spesialis anestesi. Kemudian dokter mata, patalogik klinik dan spesialis radiologi juga belum dimiliki Kabupaten Sintang.
