Pontianak – Kebanggaan besar kembali menyelimuti masyarakat Kabupaten Sintang. Dari lapangan hijau, anak-anak muda Kabupaten Sintang berhasil menghadirkan kabar membanggakan yang akan dikenang dalam sejarah sepak bola daerah. PS Gelora Sintang resmi menjadi juara Piala Soeratin U-13 Kalimantan Barat 2026 setelah menundukkan PS Pulau Indah dengan skor meyakinkan 2-0 pada partai final yang berlangsung di Stadion PSP Pontianak, Minggu (21/6/2026).
Peluit panjang yang dibunyikan wasit menjadi penanda berakhirnya pertandingan, sekaligus awal perayaan besar bagi skuad muda asal Bumi Senentang. Para pemain berlarian ke tengah lapangan, saling berpelukan, sebagian tak mampu menahan air mata haru. Di wajah-wajah mereka tergambar kebahagiaan yang sangat dalam, setelah perjuangan panjang akhirnya berbuah manis.
Kemenangan tersebut tidak hanya mengantarkan PS Gelora Sintang meraih trofi juara tingkat provinsi, tetapi juga memastikan mereka menjadi wakil Kalimantan Barat pada putaran nasional Piala Soeratin U-13 yang akan digelar di Yogyakarta pada September 2026 mendatang.
Sejak awal pertandingan final dimulai, kedua tim langsung menampilkan permainan terbuka. PS Pulau Indah memberikan perlawanan sengit dengan sejumlah serangan berbahaya. Namun, anak-anak PS Gelora tampil lebih tenang dan efektif dalam memanfaatkan peluang.
Gol pertama lahir melalui situasi bola muntah di depan gawang. Kesalahan antisipasi penjaga gawang lawan berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh M. Akbar Maulana yang tanpa kesulitan menceploskan bola ke gawang dan membawa PS Gelora unggul 1-0.
Gol tersebut menjadi pemantik semangat bagi skuad muda Sintang. Mereka semakin percaya diri mengendalikan jalannya pertandingan dan terus menekan pertahanan lawan.

Puncaknya terjadi ketika Okawa Santana Suling memperlihatkan kualitas luar biasa yang dimilikinya. Dari luar kotak penalti, ia melepaskan tendangan lob spektakuler yang melambung sempurna melewati jangkauan kiper PS Pulau Indah. Stadion seketika bergemuruh saat bola bersarang di gawang dan mengubah kedudukan menjadi 2-0.
Gol indah ini sekaligus memastikan langkah PS Gelora menuju podium tertinggi. Hingga pertandingan berakhir, skor tetap bertahan dan trofi juara pun resmi menjadi milik wakil Kabupaten Sintang.
Bagi masyarakat Sintang, keberhasilan ini bukan sekadar kemenangan dalam sebuah pertandingan sepak bola. Prestasi tersebut menjadi simbol keberhasilan pembinaan usia muda yang selama ini dilakukan dengan penuh kesabaran dan komitmen.
Perjalanan menuju gelar juara tidaklah mudah. Sejak babak awal turnamen, PS Gelora tampil konsisten menghadapi berbagai tim kuat dari seluruh Kalimantan Barat. Menariknya, sebagian besar lawan yang mereka singkirkan berasal dari Kabupaten Sambas yang dikenal memiliki pembinaan sepak bola usia muda yang cukup kuat.
Satu per satu lawan berhasil ditaklukkan. Forkal Sambas tersingkir. Diklat Sambas harus mengakui keunggulan anak-anak Sintang. Gabsis Sambas pun dipaksa menyerah dalam laga dramatis yang berlangsung di tengah guyuran hujan. Hingga akhirnya PS Pulau Indah menjadi korban terakhir dalam perjalanan sempurna menuju gelar juara.
Namun dominasi PS Gelora Sintang tidak berhenti pada trofi juara. Ketika panitia mengumumkan penghargaan individu, nama-nama pemain PS Gelora kembali mendominasi panggung penghargaan. Sebuah pencapaian yang semakin menegaskan kualitas skuad muda asal Sintang tersebut.
Okawa Santana Suling dinobatkan sebagai Top Skor turnamen setelah mengoleksi 13 gol sepanjang kompetisi. Penjaga gawang Shans De Williem Al Adzikra meraih penghargaan Kiper Terbaik berkat penampilan gemilangnya di bawah mistar. Sementara gelar Pemain Terbaik diberikan kepada Muhammad Shaka Putra Pratama yang tampil konsisten dan menjadi motor permainan tim.
Dengan demikian, seluruh penghargaan utama berhasil diborong oleh PS Gelora Sintang.
“Ini adalah kebanggaan seluruh masyarakat Kabupaten Sintang. Anak-anak kita telah menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing dan menjadi yang terbaik di Kalimantan Barat,” ujar Santosa, anggota DPRD Kabupaten Sintang sekaligus pengurus PS Gelora.
Menurut Santosa, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam pembinaan tim. Mulai dari para pelatih, pemain, orang tua, pemerintah daerah, hingga masyarakat yang terus memberikan doa dan dukungan.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Sintang, Ketua KONI Kabupaten Sintang, Ketua Askab PSSI Kabupaten Sintang, Ketua Asprov PSSI Kalimantan Barat Suyanto Tanjung, serta berbagai sponsor dan donatur yang selama ini membantu perjalanan tim.
Nama-nama seperti Bank Kalbar, PT Prima Jasa, Kodim 1205 Sintang, dan Sahabat Santosa disebut sebagai bagian penting dari perjalanan menuju prestasi tersebut.
“Tanpa dukungan semua pihak, tentu perjalanan ini tidak akan semudah yang dibayangkan. Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, pemerintah daerah, sponsor, dan semua pihak yang telah mendukung PS Gelora,” katanya.
Keberhasilan ini sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan sepak bola usia muda di Kabupaten Sintang berada di jalur yang tepat. Dari lapangan-lapangan sederhana di berbagai sudut daerah, lahir generasi muda yang kini mampu mengharumkan nama Sintang di tingkat provinsi.
Namun perjalanan mereka belum berakhir. September nanti, tantangan yang jauh lebih besar sudah menanti di Yogyakarta. Sebagai wakil Kalimantan Barat, PS Gelora Sintang akan berhadapan dengan para juara dari seluruh provinsi di Indonesia.
Tentu persaingan akan semakin berat. Namun gelar juara Kalimantan Barat menjadi modal berharga bagi para pemain muda untuk menatap kompetisi nasional dengan penuh optimisme.
“Mohon doa seluruh masyarakat Sintang dan Kalimantan Barat. Mudah-mudahan pada putaran nasional nanti kami mampu memberikan yang terbaik dan jika Tuhan berkenan bisa menjadi juara nasional,” harap Santosa.
Bagi Kabupaten Sintang, trofi Soeratin U-13 Kalbar 2026 bukan hanya simbol kemenangan di lapangan hijau. Trofi itu adalah lambang harapan, kerja keras, disiplin, dan mimpi besar anak-anak daerah yang berani percaya bahwa mereka mampu bersaing dengan siapa saja.
Kini, ketika Kalimantan Barat bersiap mengirim wakil terbaiknya ke Yogyakarta, ada nama Sintang yang akan ikut berdiri di panggung nasional. Membawa harapan masyarakat, membawa kebanggaan daerah, dan membawa mimpi besar untuk menorehkan sejarah yang lebih tinggi lagi bagi sepak bola Indonesia. (tantra)
