Tekan Kasus DBD, Puskesmas Dara Juanti Fogging Sekolah

Sintang, Kalbar – Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Dara Juanti, Edi mengatakan, untuk menekan angka Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah kerjanya, pihaknya telah rutin melakukan fogging ke rumah warga dan sekoloah – sekolah. “Untuk kasus DBD lumayan banyak. Di bulan lalu ada dua kasus walaupun kondisinya sedang banjir,” kata Edi, ditemui media ini di ruang kerjanya, Jumat (19/11).

Dia mengatakan, untuk bulan-bulan sebelumnya, ada 3-4 kasus DBD. Untuk kasus DBD di Ulak Jaya yang pasiennya meninggal dunia, lanjut Edi, setelah dilakukan pengecekan oleh tim medis, ternyata bukan dari lokal. Tapi dapat dari luar. “Jadi untuk wilayah kerja Puskesmas Sungai Durian, baru 1 kasus DBD yang pasiennya meninggal dunia,” terangnya.

Dikatakan dia, di bulan lalu, ada tiga kasus DBD, dari KKU satu kasus dan Kelurahan Menteng 2 kasus. “Ini kasus di Bulan September lalu,” kata dia lagi.

Masih kata Edi, untuk Januari sampai Oktober lalu, jumlah kasus DBD di wilayah kerja Puskesmas Dara Juanti sudah mencapai puluhan kasus. Dia menegaskan, setiap melakukan fogging, tim melakukan fogging hingga radius 300 meter. Tapi masyarakat maunya di fogging semua. “Ya mana bisa karena jarak terbang nyamuk kan kurang dari 100 meter paling jauh. Sudah dibantu dengan angin.

nyamuk Aedes aegypti suka tinggal di tempat yang sejuk dan lembab. Dijelaskannya, salah satu tempat favoritnya adalah menyelinap di sela-sela barang yang bergelantungan di kamar. Nyamuk DBD biasanya “beroperasi” pada pukul 06.00 – 09.00 dan 15.00 – 17.00. Di luar jam tersebut, nyamuk DBD disebut hinggap di genangan air jernih untuk bertelur.

Wilayah kerja dari Puskesmas Dara Juanti ini diantaranya Kelurahan Ulak Jaya, KKU, Mekar Jaya, KKI, Menteng dan Batu Lalau.

SebelumnyaBKPSDM Kapuas Hulu Gelar Rapat Evaluasi dan Verifikasi RKA
SelanjutnyaPorprov XIII, Bupati  Berikan Dukungan pada Atlet Mempawah