Sintang, Kalbar – Kota Sintang mendesak perhatian serius dari Pemkab Sintang untuk mendorong pembangunan berkelanjutan. Sebagai ibukota Provinsi Kapuas Raya, penataan kota ini adalah langkah penting untuk memastikan pertumbuhannya yang optimal, menjadikannya metropolitan yang tidak hanya indah, tetapi juga menarik bagi wisatawan. Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Erika Daegal Theola, menegaskan bahwa mewujudkan Kota Sintang menjadi kota yang menawan adalah tanggung jawab yang tidak bisa diabaikan. “Penataan Kota Sintang harus segera dilakukan sebelum kota ini semakin semerawut,” tegasnya.Dengan gemerlap sinar matahari yang menyinari, kondisi Kota Sintang saat ini masih jauh dari kata ideal. Sistem drainase yang buruk dan infrastruktur jalan yang tidak memadai memerlukan perhatian mendesak. Kekurangan ruang terbuka publik dan lokasi wisata yang memadai juga berkontribusi terhadap rendahnya daya tarik kota ini. Dalam konteks kawasan pedagang kaki lima (PKL), penataan yang rapi dan visual yang menarik sangat diperlukan. Misalnya, area PKL di depan taman Kota Sintang dapat diolah untuk menyajikan kuliner lokal yang menggugah selera dan kerajinan tangan yang kaya warna, berpotensi besar menjadi magnet bagi pengunjung serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang signifikan.“Pemkab Sintang seharusnya merancang konsep yang menarik dan inovatif untuk Kota Sintang agar pembangunan dapat berjalan sesuai dengan desain yang telah ditetapkan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Erika menyoroti kebutuhan mendesak akan trotoar dan fasilitas pejalan kaki. “Saya berharap Pemkab Sintang segera mempertimbangkan pembangunan trotoar dan fasilitas untuk pejalan kaki di ruas jalan utama Kota Sintang,” pintanya. Ia mengingatkan bahwa di kota-kota lain seperti Yogyakarta, fasilitas pejalan kaki yang baik telah terbukti meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan bagi warga dan pengunjung. Sebagai contoh, Jalan Malioboro di Yogyakarta, dengan trotoar luas yang tertata rapi dan cantik, telah menjadi daya tarik tersendiri, bukan hanya untuk wisatawan yang menjelajahi kekayaan budaya, tetapi juga bagi penduduk setempat yang merasa lebih nyaman beraktivitas.
Dengan langkah-langkah yang tepat dalam penataan kota ini, Kota Sintang dapat bertransformasi menjadi destinasi yang layak dikunjungi, yang pada gilirannya mendukung pertumbuhan ekonomi secara signifikan.Tak hanya itu, Erika meminta Pemkab Sintang agar melakukan pembenahan drainase untuk memastikan kota ini bebas dari genangan air saat hujan turun. Tanpa intervensi yang terencana, Erika mengkhawatirkan bahwa Kota Sintang akan terjerumus ke dalam kondisi kumuh yang semakin parah. “Saya juga menyarankan agar Pemkab Sintang memperbanyak kawasan ruang terbuka publik dan taman-taman kota agar kota ini menjadi cantik dan nyaman bagi warganya,” pungkas Erika.
