Dewan Sintang Ingin Digitalisasi UMKM

Sintang, Kalbar – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sintang terus tumbuh. Jumlah pelaku usaha UMKM di daerah ini terus bertambah. Melihat pertumbuhan UMKM yang semakin meningkat, anggota DPRD Kabupaten Sintang, Ardi berharap Pemkab Sintang menjadikan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu garda terdepan dalam membantu meningkatkan pertumbuhan dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah. Caranya, dengan membantu UMKM di Kabupaten Sintang menuju digitalisasi.

Di era digital saat ini, UMKM menghadapi tantangan sekaligus peluang besar untuk berkembang lebih pesat melalui pemanfaatan teknologi. “Untuk itu, pemerintah daerah memiliki peran yang sangat strategis dalam menciptakan ekosistem yang kondusif bagi digitalisasi UMKM,” katanya.

Salah satu langkah penting yang bisa dilakukan pemerintah daerah adalah penyediaan pelatihan dan pendampingan berbasis teknologi. Banyak pelaku UMKM yang belum memiliki kemampuan digital yang memadai, sehingga kesulitan untuk memasarkan produknya secara daring (online). Pemerintah daerah harus menggelar pelatihan rutin terkait pemasaran digital, pengelolaan keuangan berbasis aplikasi, penggunaan media sosial untuk bisnis, serta pelatihan e-commerce. Hal ini bertujuan agar pelaku UMKM mampu bertransformasi dari sistem usaha konvensional menuju sistem usaha digital yang lebih efisien dan menjangkau pasar lebih luas.

Selain pelatihan, pemerintah daerah juga mendorong digitalisasi UMKM melalui penyediaan infrastruktur teknologi. Akses internet yang merata dan cepat menjadi kebutuhan utama dalam mendukung transformasi digital. “Karena itu, kebijakan pembangunan jaringan internet di kawasan pedesaan dan pusat-pusat UMKM sangat penting agar pelaku usaha kecil dapat mengakses pasar online dengan mudah. Beberapa daerah bahkan menyediakan ruang kerja bersama (co-working space) dan pusat inovasi digital yang dapat dimanfaatkan oleh UMKM untuk belajar dan berkolaborasi,” katanya.

Pemerintah daerah juga memainkan peran penting dalam membuka akses pasar digital melalui kerja sama dengan berbagai platform e-commerce lokal maupun nasional. Ia mencontohkan, ada beberapa pemerintah daerah yang menginisiasi program digitalisasi pasar tradisional serta mendorong UMKM lokal untuk bergabung ke marketplace, agar produknya dapat menjangkau konsumen di luar wilayahnya. “Tidak sedikit pula pemerintah yang memberikan subsidi biaya pengiriman atau insentif bagi UMKM yang aktif menjual produknya secara online. Hal semacam ini harus ditiru oleh Pemkab Sintang,” katanya.

Dari sisi pembiayaan, pemerintah daerah harus mendukung UMKM dengan memfasilitasi akses terhadap pembiayaan digital, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) digital maupun kolaborasi dengan fintech. Program bantuan modal berbasis digital yang transparan dan mudah diakses sangat membantu UMKM yang selama ini sulit mengakses permodalan melalui jalur perbankan konvensional.

“Dibutuhkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah serta sektor swasta untuk mewujudkan ekosistem digital UMKM yang inklusif dan berkelanjutan. Kebijakan  pemerintah daerah yang pro UMKM sangat penting dalam mendukung UMKM di era digital,” katanya.

Melalui pelatihan, penyediaan infrastruktur, akses pasar, dan dukungan pembiayaan digital, UMKM dapat bertumbuh dan bersaing secara lebih sehat dalam ekonomi digital. Dengan komitmen yang kuat, pemerintah daerah dapat menjadi motor penggerak transformasi UMKM menuju era yang lebih modern dan produktif.

Era digital memang membuka peluang besar bagi UMKM untuk naik kelas. Pemerintah daerah di berbagai wilayah kini berlomba-lomba mendorong digitalisasi usaha agar pelaku UMKM tidak tertinggal. Langkah ini dilakukan melalui pelatihan e-commerce, promosi melalui media sosial, hingga penggunaan sistem pembayaran digital.

Ia mencontohkan, program seperti UMKM Go Digital di Jawa Barat dan Smart Village di Nusa Tenggara Barat menunjukkan hasil positif. Banyak pelaku usaha kecil yang kini bisa menjual produknya secara online, menjangkau konsumen dari luar daerah bahkan luar negeri.

Pemkab Sintang sebaiknya bekerja sama dengan platform besar seperti Tokopedia, Shopee, dan Grab untuk memberikan pelatihan bisnis digital, fotografi produk, hingga strategi pemasaran daring.

“Transformasi digital bukan soal mengikuti tren, tapi tentang membuka pintu baru bagi UMKM untuk tumbuh tanpa batas ruang dan waktu.”

SebelumnyaKota Sintang Butuh Fasilitas Pejalan Kaki
SelanjutnyaSawit Denyut Ekonomi Masyarakat