Senen Maryono: Pramuka Harus Jadi Pelopor Karakter Bangsa

Sintang, Kalbar – Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Senen Maryono, menegaskan peran besar Pramuka di tengah tantangan generasi muda saat ini. Baginya, Raimuna bukan hanya sebuah kegiatan, melainkan momentum memperkuat kembali peran Pramuka sebagai pelopor karakter bangsa.

Senen Maryono menegaskan bahwa Pramuka memiliki kekuatan nilai yang tidak dimiliki organisasi kepemudaan lain. Pramuka memiliki Dasa Dharma sebagai kompas moral, Tri Satya sebagai sumpah pengabdian, dan Pancasila sebagai landasan kebangsaan.

“Pramuka harus menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter generasi muda. Nilai Pancasila, Dasa Dharma, dan semua ajaran Pramuka harus terus diamalkan. Di tengah derasnya arus digital, Pramuka adalah benteng moral sekaligus ruang pelatihan disiplin dan tanggung jawab,” ujar Senen.

Ia berharap para peserta yang datang dari seluruh Kalbar dapat membawa pulang pengalaman positif dari Raimuna, lalu meneruskannya kepada masyarakat, sekolah, dan lingkungan masing-masing. Baginya, Pramuka harus tetap menjadi gerakan yang relevan, modern, tetapi tetap berpegang pada nilai luhur.

Pesan Senen Maryono ini disampaikan saat menyambut datangnya momen besar bagi gerakan Pramuka Kalimantan Barat. Sementara Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Kalimantan Barat, H. Syarief Abdullah Alkadrie, berdiri tegap sebagai Inspektur Upacara. Dengan penuh wibawa, ia secara resmi membuka Raimuna Daerah Gerakan Pramuka Se Kalimantan Barat Tahun 2025, sebuah peristiwa yang selama ini dinantikan oleh para Penegak dan Pandega dari 14 kabupaten/kota.

Hadir dalam upacara tersebut Bupati Sintang, Wakil Bupati Sintang, Ketua DPRD Sintang, unsur Forkopimda, TNI, Polri, Ketua Kwarcab se-Kalbar, serta 662 peserta Raimuna yang memenuhi sisi lapangan. Mereka datang dari berbagai penjuru Kalimantan Barat, membawa semangat yang sama: berlatih, berproses, dan menguatkan ikatan persaudaraan.

Dalam amanatnya, H. Syarief Abdullah Alkadrie menyampaikan sambutan yang menggetarkan semangat seluruh peserta. Dengan latar tribun yang penuh para undangan, suaranya menggema kuat menyampaikan pesan bahwa Sintang menjadi titik penting perjalanan generasi muda Pramuka di Kalimantan Barat.

“Sintang menjadi saksi lahirnya semangat baru. Kalian, para pandega, adalah generasi yang akan membawa Kalimantan Barat melangkah lebih maju. Jadikan Raimuna ini ruang belajar, ruang berkarya, dan ruang membangun persaudaraan,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa setiap langkah kecil yang ditempuh selama kegiatan ini akan menjadi jejak besar bagi masa depan bangsa. Bagi Ketua Kwarda, Raimuna bukan hanya agenda tahunan atau ajang perkemahan semata, namun wadah pembentukan karakter yang nyata—tempat kreativitas menemukan bentuknya, tempat kepemimpinan diuji, dan tempat persatuan dibangun tanpa batasan daerah maupun latar belakang.

Dalam sesi sambutannya, H. Syarief Abdullah Alkadrie juga menekankan kembali makna filosofi dari kata Raimuna. Menurutnya, Raimuna berarti “kekuatan besar yang lahir dari persatuan.” Kekuatan inilah yang menjadi dasar gerakan Pramuka Penegak dan Pandega di seluruh Indonesia.

“Di sinilah generasi muda Kalimantan Barat berlatih dan berproses untuk menjadi pemimpin masa depan yang berkarakter, disiplin, dan berjiwa sosial,” ujarnya.

Raimuna Daerah 2025 di Sintang pun diharapkan menjadi ruang besar tempat para Penegak dan Pandega mengasah kemampuan memimpin, memperkuat solidaritas, dan mengembangkan potensi diri melalui beragam kegiatan seperti diskusi kepemimpinan, pentas seni budaya, permainan edukatif, hingga aksi sosial.

Generasi Teladan untuk Masa Depan

H. Syarief juga mengutarakan harapan besarnya kepada seluruh peserta. “Kalian adalah teladan bagi adik-adik penggalang dan siaga, sekaligus pionir perubahan positif di masyarakat. Jadilah pemimpin yang mampu menginspirasi dan menggerakkan komunitas.”

Ia menekankan kepada para peserta agar membawa pulang semangat Raimuna ke kehidupan sehari-hari: semangat kebersamaan, semangat berkarya, dan semangat membangun bangsa. Di tengah perubahan arus zaman, nilai-nilai yang dihidupi Pramuka dianggap sebagai benteng sekaligus fondasi bagi generasi muda agar tidak kehilangan arah.

Salah satu pesan yang paling menonjol dalam amanat ketua Kwarda adalah ajakan agar para peserta tidak melupakan jati diri lokal. Kalimantan Barat, ujarnya, adalah tanah yang kaya akan budaya dan nilai budaya itu adalah pilar kuat pembentuk karakter.

“Dari Dayak kita belajar keberanian dan gotong royong menjaga hutan. Dari Melayu kita menyerap sopan santun dan harmoni sosial. Dari Tionghoa kita meneladani kerja keras dan kebersamaan dalam membangun ekonomi.”

Raimuna Daerah kali ini pun disebutnya sebagai ruang besar untuk merayakan dan merefleksikan seluruh nilai tersebut. Dalam kerja tim, pentas seni, diskusi, maupun aksi sosial, para peserta diajak menghidupkan nilai keberanian, disiplin, musyawarah, gotong royong, dan etos kerja.

Ia menutup sambutan dengan pesan yang hangat namun penuh harapan.

“Mari jadikan Raimuna Daerah di Sintang ini sebagai titik awal lahirnya generasi muda Kalimantan Barat yang unggul, berkarakter, berdaya saing, tetapi tidak kehilangan akar budaya dan jati diri daerah.”

Raimuna Daerah Se-Kalbar 2025 pun resmi dimulai. Bersama semangat persatuan dan nilai budaya Kalbar, gerakan Pramuka melangkah mantap dari Baning menuju masa depan.

SebelumnyaKetua DPRD Sintang: Pramuka Benteng Karakter di Era Globalisasi
SelanjutnyaPetani Kayan Hilir Dapat Bantuan Bibit Sapi dan Babi