Masyarakat Riam Kijang Butuh SMP dan SMA

Sintang, Kalbar — Kebutuhan akan fasilitas pendidikan di Kecamatan Sungai Tebelian kembali mengemuka. Di tengah perkembangan wilayah dan tuntutan peningkatan kualitas sumber daya manusia, masyarakat di sejumlah desa seperti Riam Kijang, Lebak Ubah, dan Solam Raya semakin mendesak agar pemerintah menghadirkan sarana pendidikan yang lebih dekat dan mudah dijangkau.

Kondisi ini disampaikan anggota DPRD Kabupaten Sintang, Sebastian Jaba, saat menyampaikan pandangan umum fraksi beberapa waktu lalu. Ia menegaskan bahwa keberadaan sekolah setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), bahkan hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat di kawasan tersebut.

Menurut Sebastian, saat ini satu-satunya sekolah menengah terdekat justru berada di kecamatan tetangga, yakni Kecamatan Tempunak. Sementara itu, masyarakat di wilayah Sungai Tebelian terpaksa harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk melanjutkan pendidikan setelah lulus SD.

“Waktu penyampaian pandangan umum fraksi kemarin, saya menegaskan lagi bahwa Sungai Tebelian ini perlu sarana pendidikan setingkat SMP di Desa Riam Kijang. Bahkan untuk SMA dan SMK juga idealnya berpusat di Riam Kijang,” ujar Sebastian. “Tapi karena SMA dan SMK itu ranahnya Pemerintah Provinsi, maka kita mengusulkannya ke Pemprov.”

Ia menambahkan bahwa ketiga desa tersebut—Riam Kijang, Lebak Ubah, dan Solam Raya—memiliki jumlah penduduk usia sekolah yang cukup besar. Banyak anak yang terpaksa menempuh perjalanan panjang, melewati jalan-jalan yang sebagian masih rusak, hanya untuk bisa bersekolah setiap hari. Kondisi ini bukan hanya memakan waktu dan biaya, tapi juga meningkatkan risiko keselamatan bagi para pelajar.

“Sudah saatnya kita punya SMP di Riam Kijang yang bisa meng-cover kebutuhan masyarakat. Untuk anak-anak kita yang ada di Lebak Ubah, Solam Raya, dan Riam Kijang sendiri. Mereka sangat membutuhkan sekolah itu,” tegasnya.

Sebastian menjelaskan, usulan pembangunan SMP telah disampaikan melalui mekanisme perencanaan pembangunan daerah. Harapannya, Pemerintah Kabupaten Sintang dapat memprioritaskan rencana ini dalam waktu dekat. Sementara itu, usulan untuk pendirian SMA dan SMK sudah diarahkan ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sesuai kewenangan.

Ia juga menyinggung pentingnya pemerataan pembangunan pendidikan sebagai pondasi perkembangan daerah. Menurutnya, pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada wilayah yang padat penduduk atau dekat dengan pusat kota. Desa-desa yang terletak jauh dari akses fasilitas umum justru membutuhkan perhatian lebih karena keterbatasan yang mereka hadapi.

“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kalau kita ingin generasi kita ke depan bisa bersaing, maka infrastrukturnya harus kita siapkan,” katanya. “Pembangunan sekolah bukan hanya soal bangunan fisik, tetapi tentang memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh anak bangsa.”

Diharapkan, pemerintah kabupaten dan provinsi dapat memberi perhatian serius terhadap kebutuhan pendidikan ini. Dengan adanya SMP di Riam Kijang serta SMA atau SMK yang terpusat di kawasan tersebut, akses pendidikan bagi masyarakat Sungai Tebelian akan semakin terbuka. Selain meningkatkan kualitas sumber daya manusia, kehadiran sekolah baru juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di masa mendatang.

Sebastian Jaba menutup dengan harapan besar: bahwa pembangunan fasilitas pendidikan ini bukan hanya menjadi wacana, tetapi segera diwujudkan demi masa depan generasi muda di Sungai Tebelian. “Ini kebutuhan nyata. Kita terus memperjuangkannya,” katanya.

SebelumnyaPemkab Sintang Diminta Tetap Utamakan Belanja Modal
SelanjutnyaGalian C di Sintang Potensi yang Terpendam