Beranda Kalimantan Barat Kabupaten Sintang Bupati Jarot Minta Koperasi  Memiliki Sertifikat ISPO dan RSPO.

Bupati Jarot Minta Koperasi  Memiliki Sertifikat ISPO dan RSPO.

168

Sintang, Kalbar – Bupati Sintang, Jarot Winarno, menghadiri sekaligus membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2021 Koperasi Unit Desa (KUD) Harapan Jaya, Desa Dak Jaya, Kecamatan Binjai Hulu, di Aula KUD Harapan Jaya, , Selasa, (29/3).

Hadir pada RAT tersebut, Anggota DPRD Kab. Sintang, Zulherman dan Melkianus, Kabid Koperasi UMKM Disperindagkop Kab. Sintang, Unsur Forkopimcam Binjai Hulu, pengurus dan anggota KUD Harapan Jaya dan tamu undangan lainnya.

Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan, Rapat Anggota Tahunan adalah amanah undang-undang. Sehingga menurut Jarot, koperasi yang sehat ialah koperas yang harus dan rutin melaksanakan RAT setiap tahunnnya. “Koperasi unit desa harapan jaya ini termasuk koperai yamg sehat, karena melaksanakan RAT, sehingga bisa menjadi cotoh koperasi yang lain,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bahwa  di Kabupaten Sintang saat ini ada 150 koperasi perkebunan, namun hanya 70 saja yang sehat karena rutin melaksanakan RAT setiap tahunnya. “Kemudian, ada 12 koperasi sudah tidak sehat. Karena, akan lebih bagus koperasi sedikit tapi sehat. Saya berharap untuk koperasi Harapan jaya adalah koperasi yang sehat,” ucap Jarot.

Selain itu, ia berharap, ke depannya setiap koperasi harus memiliki sertifikat nasional ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) dan sertifikat internasional RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil). Karena kalau sudah bersertifikat ISPO dan RSPO, maka akan mudah melakukan pembinaan.Untuk itu kud harapan jaya segera menyelesaikan sertifikat ispo dan rspo.

Kemudian, Jarot juga meminta, KUD Harapan Jaya juga harus meningkatkan program di bidang usaha. Kita punya pabrik mini di manis raya, kecamatan sepauk, tapi alatnya  yang masing kurang, kalau sudah operasioal silakan uji banding ke manis raya untuk melihat proses pabrik mini tersebut.

“Kalau sudah ada pabrik mini nantinya itukan bisa untuk mengolah tanda buah sawit atau tbs menjadi cpo (crude palm oil) kemudian menjadi minyak nabati (minyak goreng, krim dan margarin) sehingga kelangkaan minyak goring bisa kita atasi, bahan oleokimia (deterjen dan pelumas), biodiesel (bahan bakar), dan asam larut (kosmetik dan sabun),” jelas Jarot.

Camat Binjai Hulu, Jonny mengatakan, di Binjai Hulu ada 5 koperasi yang paling aktif, termasuk KUD Harapan Jaya ini. Kemudian, untuk anggota kud harapan jaya ini ada sekitar 385, cukup besar, ini koperasi yang jadi sentral atau jadi percontohan koperasi lain yang di Kabupaten Sintang bahkan di Kalbar.

“Mudah-mudahan nanti di setiap desa di binjai hulu ada koperasi-koperasi seperti ini yang memajukan atau menggerakan perekonomian masyarakat di desannya dan juga di kecamatan,” ucapnya.

Menurut Jonny, keberadan koperasi sangtlah penting sebagai penggerak ekonomi masyarkat, sehingga masyarakat bisa menyimpan atau menabung hasil kebun-kebun atau pertaniannya. “Kehadiran pak bupati memberikan semangat kepada kita, terlebih di kecamatan binjai hulu ini mayoritas masyarakatnya ialah petani sawit, yang tingkat perekonomiannya cukup baik di 11 desa yang ada di binjai hulu,” tuturnya.

Pengurus KUD Harapan Jaya, Supriadi menyampaikan, untuk sertfikat ISPO dan RSPO untuk KUD Harapan Jaya sedang dalam proses. “Kemarin sertifikasi RSPO sudah dilakukan pemetaan di lahan-lahan anggota kud harapan jaya. Kami juga berusaha mendapatkan sertifikat ispo, karena itu merupakan amanat presiden, dan wajib sehingga mau tidak mau harus kita laksanakan,” ungkapnya.

Supriadi juga mengatakan, KUD Harapan Jaya hanya menghasilkan tandan buah sawit saja dan tidak bisa menghasilan CPO karena belum memilki pabrik mini sendiri. Pihaknya hanya menguasi atau menghasilkan produk hulunya, tapi kami tidak bisa menghasilkan produk hilirnya. Ke depan kami ingin menghasilkan keduanya.

“Kami ingin mempunyai pabrik yang bisa memproduksi cpo dengan turun-turunannya seperti minyak goring, sabun dan lain sebagainya. kami ingin seperti itu. Mohon dukungan dari pemerintah daerah sehingga kami bisa memiliki pabrik mini, tolong  bantu kami. Untuk biaya mungkin kami tidak begitu keberatan, karena kalau koperasi memiliki kemampuan itu bukan hal yang sulit bagi kami, itu bisa jadi hal yang mudah bagi kami. Tapi yang paling sulit bagaimana mengelola pabrik itu, kaitan dengan manajemennya, pemasarannya itu yang perlu kamikan pendampingan dan dukungan dari pemerintah,” harapnya.

Selain itu, Supriyadi  menyampaikan, keberadaan KUD Harapan Jaya juga bukan hanya sekedar mendapatkan hasil bagi para anggota saja, namun juga dari segi manfaatnya bagi masyarakat lain di Binjai Hulu yang bukan anggota koperasi dan itu menjadi tujuan koperasi ini menjadi manfaat buat semua masyarakat.

“Bidang pembangunan kami selalu membantu pemeritah desa, kalau ada masyarakat yang membangun tempat ibadah, seperti gereja, masjid perlu alat berat, material pasir dan sebagainya, itu kita berikan secara gratis tidak kita punggut biaya. Itu merupakan tanggung jawab bersama kita membangun desa. Dari segi kesehatan kalau ada warga yang sakit kita sediakan ambulan, itu juga gratis tidak kita pungut biaya,” tutupnya.