Kubu Raya, Kalbar – Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) Kalimantan Barat yang telah diluncurkan pada 15 September 2022 lalu telah memasuki masa puncak. Bupati Muda Mahendrawan menghadiri harvesting atau panen raya Gernas BBI Kalimantan Barat yang dipusatkan di Halaman Rumah Radakng Pontianak, Jumat (9/12).
Gernas BBI Kalimantan Barat menempatkan pengusaha UMKM, serta industri kecil dan menengah untuk bisa meningkatkan kualitas produknya, dan menguasai keahlian digital untuk bisa memanfaatkan fitur-fitur teknologi dalam mengembangkan usahanya. Di bawah arahan Kementerian Badan Usaha Milik Negara sebagai manajer kampanye program yang mengusung tema #CorakCorakKalbar – Membangun UMKM Kalbar Go Global ini menggandeng BNI dan tujuh Rumah BUMN untuk bisa melakukan pelatihan dan pendampingan pengusaha UMKM. Sebuah kerjasama yang menunjukkan betapa kepentingan masyarakat layak menjadi prioritas seluruh anak bangsa.
Menteri Erick Thohir, melalui konferensi video, menegaskan komitmen seluruh BUMN sebagai aset milik negara untuk turut serta membangun perekonomian Indonesia. “Keberadaan kami memang untuk membangun negeri ini. Kami sepenuhnya menyadari bahwa tulang punggung perekonomian bangsa ini justru berada pada para pengusaha UMKM. Jadi, untuk membangun Indonesia, penting untuk memastikan pengusaha UMKM ini mampu menjalankan usahanya tanpa halangan berarti, ” ujar Menteri BUMN ini tegas.
Mewakili Gubernur Kalimantan Barat, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat (Sekda Kalbar) Harrison, mengungkapkan bahwasannya kegiatan ini dimaknai sebagai strategi untuk menjamin adanya keberlanjutan pasokan hulu dan hilir agar produk yang dihasilkan selalu tersedia di pasar lokal, regional, nasional hingga merebut pasar internasional.
“Pelaku atau penggiat UMKM yang dipersembahkan oleh ketujuh Rumah BUMN se-Kalbar ini harus bersama-sama mengambil peran agar kolaborasi dan kekompakan para pihak terkait terus terjalin dan terpelihara,” ungkapnya.
Pemerintah Provinsi Kalbar dalam hal ini senantiasa menyambut inisiatif kolaborasi agar Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia atau Bangga Buatan UMKM Kalbar dapat menjadi motivasi dalam mengutamakan penggunaan dan mengkonsumsi produk buatan sendiri.
“Diharapkan kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional menjadi 65%, dimana PDB Koperasi berkontribusi sebesar 11,54%, Kontribusi ekspor UMKM 21,60%, startup berbasis inovasi dan Koperasi 850 unit, Koperasi Modern berbasis digital 100 unit dan rasio kewirausahaan 3,95%. Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi pengembangan UMKM khususnya Provinsi Kalbar,” harapnya.
Sementara, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengapresiasi program Gernas BBI ini. Menurutnya program ini merupakan upaya untuk membangun optimisme bagi UMKM dan pemerintah daerah untuk mendapatkan peluang.
“Supaya sekaligus bisa banyak belajar. Apalagi digitalisasi arahnya. Kalau sudah digitalisasi itu dengan sendirinya lebih efektif, mempercepat, mempersingkat ruang dan waktu,” kata Muda usai menghadiri kegiatan tersebut.
Dia menambahkan, banyak sekali akses yang bisa dimanfaatkan untuk memasarkan produk. Banyak pasar yang terbuka, terutama melalui akses digital. “Yang penting juga perlu dikawal semuanya, terutamal datanya. Tak hanya itu, pemerintah juga mengarahkan, bagaiman pasarnya itu diperkuat terus,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, lanjut Muda, sejauh ini sudah melakukan hal yang standar untuk menjaga kebelangsungan produksi dalam negeri, terutama UMKM. Bagaimana harus tetap berproduksi dan menjaga brand (merk).
“Di Kubu Raya ini bahkan menjadi wilayah dengan penyaluran KUR dan Kredit Ultramikro terbanyak, bahkan tertinggi di Kalimantan Barat. Jadi saya kira UMKM sendiri perkembangannya sangat pesat,” pungkasnya.
