Bupati Muda Harap Masyarakat Sadar Hukum

21

Kubu Raya, Kalbar – Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan hadiri kegiatan meluncurkan penyuluhan terpadu, Sabtu (28/5), di Aula Kampus Universitas Panca Bhakti Pontianak.

Dalam sambutannya, Muda Mahendra meminta semua mahasiswa benar- benar melakukan pendampingan hukum saat melakukan penyuluhan, agar masyarakat sadar hukum untuk mengatasi masalah – masalah yang dijadikan bahan penguatan SDM-nya, baik di kampus maupun di Pemda Kubu Raya.

“Terutama penguatan terhadap keterampilan, pemahaman dan lebih memperkuat sistem informasi yang baik, terkait data, sehingga masyarakat sadar hukum,” ujarnya.

 Ia mengatakan, 100 lebih mahasiswa yang akan terjun ini, akan ditempatkan dan menyasar 10 desa yang tersebar di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Sungai Kakap, Rasau Jaya dan Sungai Raya.

 “Nanti ini dimodifikasi, ada semacam tambahan acara nantinya bisa dengan sistem data yang akan diperkuat lagi polanya masing-masing, terutama desa sadar hukum,” ungkapnya.

 Muda sangat mengapresiasi, UPB sudah jauh perkembanganya dengan jumlah mahasiswa yang mencapai 5 ribu orang .  

“Jadi saya lihat, kampus ini cukup kokoh, karena kampus swasta pertama di Kalbar berakreditasi A, terutama di Fakultas Hukumnya. Mahasiswa-mahasiswi Fakultas Hukum bersama Kementerian Hukum dan HAM, BNN, serta TNI/Polri saling bekerjasama, sehingga tidak terjadi pembiaran, terutama masyarakat yang tidak tahu menjadi tahu, tidak mengerti menjadi mengerti,” ucap Muda.

Dikatakan Muda, bahwa dengan membantu desa sadar hukum, mulai dari hal-hal yang sederhana, contoh hak-hak dasar mengenai dokumen-dokumen kependudukan di Pencatatan Sipil yang selama ini memiliki permasalahan bisa dilakukan pendampingan.

“Jadi mudah mengejar hak dasar masyarakat. Tak hanya itu, seperti aset pertanahan, lahan kemudian hak-hak untuk bisa mengelolanya, kemudian hak dasar untuk bisa aman dan juga hak terkait kesehatan,” terangnya.

Menurutnya, dengan sistem data yang baik, akan terdeteksi dan mudah mengukur kerja-kerja pemerintah yang terbantu dengan kampus.

 “Ini membuat kerja-kerja kita terukur, menjadi kuat, misalnya ada target seperti desa tadinya tidak terdata jadi terdata. Jadi begitu, kita kerja terukur saat melakukan penelitian bisa terupdate, bisa benar-benar terintegrasi, visinya juga bisa lebih mudah dipercepat, sehingga sasarannya benar-benar terarah,” kata Muda.

 Dia berpesan, dengan adanya penyuluhan ini, supaya masyarakat tidak di awang-awang dan benar-benar mendarat dengan tepat. 

 “Mudah-mudahan ini bisa dirasakan dan kampus menggerakan dan progresif semuanya. Apalagi punya spirit ingin jadi digitalisasi dan kampus cyber. Jadi jauh lebih membuat mahasiswa punya keyakinan, kampus dipercaya, hasil-hasilnya jelas dan bisa dirasakan dampaknya,” katanya

Muda berharap, dengan kegiatan ini, nantinya terus bisa berkelanjutan, sehingga sistem yang ada menjadi lebih kuat.

 “Jadi banyak masyarakat sadar hukum, yang nanti tematiknya lebih banyak mengerti, bisa soal dasarnya dan diperluas dengan lokus-lokus yang lain,” harapnya.