Dewan Sintang Desak Pengawasan Peredaran Minyak Goreng Diperketat

101

Sintang, Kalbar – Menjelang hari raya Idul Fitri, Pemkab Sintang diharapkan memperketat pengawasan peredaran sembako terutama minyak goreng dipasaran. Permintaan itu disampaikan oleh  Wakil Ketua DPRD Sintang, Jeffray Edward.

Jeffray Edward meminta, pengawasan peredaran distribusi minyak goreng benar-benar diperhatikan. Mengingat, saat ini stok minyak goreng terbatas dan mahal.

“Kondisi saat ini dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng sudah dilepas oleh pemerintah pusat, seharusnya tidak langka lagi. Tapi kenyataannya masih langka di pasaran,” ungkapnya.

Dengan adanya kondisi tersebut, politisi PDI Perjuangan meminta instansi terkait dan aparat harus betul-betul ketat mengawasi peredaran minyak goreng di pasaran. Agar kebutuhan-kebutuhan masyarakat akan minyak goreng bisa terpenuhi.

“Informasi yang saya dengar, ada dua kontainer minyak goreng yang akan tiba di Sintang. Tapi kita lihat peredarannya sampai ke mana,” ucapnya.

Ia  berharap, agar minyak goreng tidak ditimbun di tengah kondisi di lapangan yang masih langka. “Ini yang harus jadi perhatian pemerintah dalam hal ini instansi terkait dengan aparat agar sama-sama mengawasi. Kalau masyarakat menemukan dugaan penimbunan dan tidak sesuai dengan aturan, lebih baik dilaporkan saja,” imbau Jeffray.

Menurutnya, saat ini pantauan di lapangan terlihat stok minyak goreng disejumlah toko modern dan retail kosong. Minyak goreng yang tersedia hanya berharga mahal saja. Di mana minyak goreng kemasan premium sebagian besar sudah habis.

“Kondisi ini dikeluhkan masyarakat. Apalagi tidak lama lagi umat Muslim menyongsong bulan Ramadan. Tentunya, ketersediaan minyak goreng yang terjangkau sangat diharapkan,” pungkasnya.