Dewan Sintang Dorong Pengelolaan Aset Daerah untuk Tingkatkan PAD

Sintang, Kalbar – Di tengah tantangan kekurangan dana APBD akibat pemangkasan alokasi anggaran dari pemerintah pusat, anggota DPRD Kabupaten Sintang, Chomain, mendorong Pemkab Sintang untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah sebagai langkah strategis meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurutnya, pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) yang optimal dapat menjadi kunci untuk memperkuat keuangan daerah. “BMD mencakup aset berharga seperti lahan, bangunan, dan berbagai fasilitas umum. Jika dikelola dengan baik, aset-aset ini memiliki potensi luar biasa untuk mendongkrak PAD,” tegas Chomain.

Ia mencontohkan sejumlah daerah yang sukses memaksimalkan aset mereka. Kota Bandung dan Yogyakarta, misalnya, mampu meningkatkan pendapatan daerah melalui optimalisasi gedung perkantoran, ruang publik, serta kerja sama strategis dengan sektor swasta. “Dengan manajemen yang tepat dan strategi inovatif, BMD dapat menjadi sumber pendapatan penting,” jelasnya.

Saat ini, kontribusi BMD terhadap PAD Sintang masih tergolong rendah. Kondisi ini menunjukkan bahwa banyak aset daerah yang belum dikelola secara maksimal. Chomain menilai Sintang perlu belajar dari keberhasilan daerah lain dalam memanfaatkan aset secara produktif.

Salah satu contoh inspiratif datang dari Kota Surabaya, yang berhasil meningkatkan PAD sebesar 15 persen dalam dua tahun melalui pemanfaatan teknologi digital dalam inventarisasi dan manajemen aset. Sistem informasi aset yang terintegrasi membuat pengelolaan lebih efisien, transparan, dan akuntabel.

Bandung juga menjadi contoh sukses melalui penerapan sistem e-Aset serta kemitraan dengan swasta dalam skema Public-Private Partnership (PPP). Inisiatif ini mengubah aset tidak produktif menjadi sumber pendapatan baru yang signifikan.

Contoh lain berasal dari Kota Semarang, yang bekerja sama dengan swasta membangun dan mengelola pasar tradisional modern melalui skema Build-Operate-Transfer (BOT). Upaya ini tidak hanya menambah PAD dari retribusi pasar, tetapi juga menggerakkan perekonomian lokal dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Sementara itu, di Kabupaten Bandung Barat, bekas terminal bus yang terbengkalai berhasil disulap menjadi ruang publik kreatif yang kini menjadi ikon wisata baru. Ruang publik tersebut mampu menarik wisatawan, mendorong ekonomi kreatif, dan memberikan kontribusi nyata terhadap PAD dari sektor pariwisata.

Chomain menilai, berbagai contoh tersebut dapat menjadi inspirasi bagi Pemkab Sintang. Ia menegaskan bahwa banyak aset daerah yang saat ini belum produktif dan dapat dioptimalkan. “Gedung pemerintah yang tidak terpakai, misalnya, bisa disewakan untuk kegiatan komersial seperti pusat pelatihan atau ruang pertemuan. Ini bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah,” pungkasnya.

SebelumnyaPemkab Sintang Diminta Buka Kawasan Car Free Day Setiap Minggu
SelanjutnyaDPRD Sintang: KMP Harus Jadi Penggerak UMKM